JAKARTA, Rilpolitik.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum tidak sepakat dengan Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) yang mengusulkan pemerintah untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, usulan tersebut tidak tepat dalam situasi saat ini.
“Usulan ini secara hitungan ekonomi (semata) benar adanya. Tetapi secara dalam pertimbangan yang menyeluruh: ekonomi, sosial dan politik, tidaklah tepat,” kata Anas lewat akun X resminya, Selasa (7/4/2026).
Anas menyinggung ongkos politik yang terlalu besar jika pemerintah mengurangi subsidi BBM.
“Ongkosnya terlalu besar bagi Pemerintah dan rakyat, jika dalam situasi sekarang ini subsidi dikurangi,” ujarnya.
Sebab itu, Anas mengatakan sudah tepat kebijakan pemerintah yang memilih untuk tidak mengurangi subsidi BBM, sehingga tidak ada kenaikan harga BBM bersubsidi.
“Adalah tepat langkah Pemerintah untuk tidak mengurangi subsidi. Tidak menaikkan harga BBM bersubsidi,” kata dia.
Sebelumnya, Jusuf Kalla menyarankan pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM. Hal itu penting dilakukan demi menekan defisit anggaran di tengah potensi krisis energi akibat perang di Timur Tengah.
(Faw/rilpolitik)



![Rektor STIE Dharma Bumiputra 2008-2020, Prof. Hafid Abbas. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/1000062079-350x220.jpg)


![Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan para petani dalam acara panen raya serentak di seluruh Indonesia di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/1000066752-350x220.jpg)






![Rektor STIE Dharma Bumiputra 2008-2020, Prof. Hafid Abbas. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/1000062079-180x130.jpg)


![Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan para petani dalam acara panen raya serentak di seluruh Indonesia di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/1000066752-180x130.jpg)