NasionalPolitik

Politikus PDIP: Prabowo Mengalami Ketulian Prioritas

×

Politikus PDIP: Prabowo Mengalami Ketulian Prioritas

Sebarkan artikel ini
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) bersama Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang, Tokyo, Senin (30/3/2026). [Foto: Sekretariat Kabinet]
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) bersama Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang, Tokyo, Senin (30/3/2026). [Foto: Sekretariat Kabinet]

JAKARTA, Rilpolitik.com – Politikus PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli menyebut Presiden Prabowo Subianto mengalami ‘ketulian prioritas’. Hal itu disampaikan sebagai kritik atas kegiatan Prabowo yang kerap melakukan kunjungan ke luar negeri. Khususnya, kunjungan terbaru Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan.

Guntur menilai Prabowo tidak memedulikan kritik publik atas kegiatannya yang ia sebut sebagai pelesiran.

“Tidak peduli dengan segala kritik yang muncul dari publik terkait presiden pemecah rekor pelesiran ke luar negeri, Presiden Prabowo tetap melanjutkan kunjungan ke luar negeri, saat ini ke Jepang dan Korea Selatan,” kata Guntur dalam pernyatannya, dikutip rilpolitik.com, Selasa (31/3/2026).

Guntur mengungkapkan, Prabowo hampir menghabiskan waktu selama 4 bulan di luar negeri sejak dilantik menjadi Presiden.

“Kalau kita membaca data, kunjungan ini (Jepang dan Korea) hampir yang ke-50 kali sejak presiden Prabowo dilantik 17 bulan lalu, hampir 4 bulan Presiden Prabowo menghabiskan waktunya di luar negeri dibanding di dalam negeri,” ungkapnya.

Menurut Guntur, kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan tidak menjawab kebutuhan dalam negeri saat ini.

“Padahal yang menjadi keprihatinan, yang menjadi kekhawatiran publik di Indonesia adalah konflik yang ada di Timur Tengah dan dampaknya terhadap kenaikan harga BBM, kenaikan minyak dunia terhadap beban fiskal kita dan juga dua kapal tanker Pertamina yang belum bisa meloloskan diri dari Selat Hormuz. Tapi kenapa kunjungan yang diprioritaskan saat ini malah ke Jepang dan Korea Selatan?” ucap dia.

Sebab itu, Guntur menyebut Prabowo mengalami ‘ketulian prioritas’. Alasannya, Prabowo tidak bisa memprioritaskan program yang menjadi kebutuhan publik.

“Ada yang beranggapan bahwa Presiden Prabowo mengalami ketulian prioritas. Apa yang menjadi keluhan publik, tidak dijawab. Ibaratnya, ada keluhan di kepala, dengkulnya yang digaruk,” pungkasnya.

Diketahui, Prabowo melakukan kunjungan resmi ke Jepang pada Minggu (29/3/2026). Usai dari Jepang, Prabowo bersama rombongan direncanakan melanjutkan kunjungan ke Korea Selatan (Korsel).

Lawatan ini disebut sebagai bagian dari diplomasi aktif Indonesia untuk memperkuat posisi strategis serta memperluas kemitraan di kawasan Asia Timur.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *