JAKARTA, Rilpolitik.com – Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau Noel meminta pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Hal itu disampaikan Noel merespons permintaan maaf KPK usai menjadikan Eks Menag Yaqut Cholil Quomas (Gus Yaqut) sebagai tahanan rumah menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriyah beberapa waktu lalu.
Menurut Noel, pengalihan status penahanan Yaqut menjadi tahanan rumah merupakan skandar besar yang tidak cukup hanya selesai dengan permintaan maaf. Dia mengatakan komisioner KPK harus mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban atas skandal tersebut.
“Mereka selalu buat narasi dengan basisnya bohong, bohong, bohong, bohong, ujung-ujungnya minta maaf. Seharusnya mereka tidak minta maaf. Setelah minta maaf mereka harus undur diri. Pimpinan KPK harus undur diri. Karena sudah melakukan hal yang tercela di mata publik. Karena itu aib, skandal, skandal besar dalam proses sejarah KPK,” kata Noel lewat unggahannya di akun media sosial miliknya, dikutip rilpolitik.com, Selasa (31/3/2026).
Noel menyebut KPK kena OTT oleh istrinya terkait keputusan menjadikan Yaqut tahanan rumah. Diketahui, orang yang pertama kali mengungkap ketiadan Yaqut di rutan adalah istri Noel. Dari situ KPK kemudian mengaku bahwa Yaqut jadi tahanan rumah.
“Jadi sekali lagi, pimpinan KPK layak untuk mundur. Apalagi ini kan ter-OTT oleh istri saya. Yang namanya OTT itu persis apa yang dilakukan istri saya, sebuah peristiwa kejadian, sebuah tindak pidana, bohong itu tindak pidana. Nah pimpinan KPK itu jangan minta maaf aja. Tapi apa? Undur diri,” ujarnya.
Mantan Ketua Umum Jokowi Mania (Joman) itu lalu mengungkapkan bahwa dirinya sedang mempersiapkan rencana besar yang di luar dugaan KPK. Namun, ia tidak mengungkap rencana besar yang dimaksud.
Noel mengaku dirinya sebagai aktivis hanya bisa tertawa melihat perlakukan KPK membuat tahanan bisa gampang keluar masuk.
“Dan kita ini sama-sama aktivis ya. Kita punya rencana besar untuk KPK nanti. Dan kami sedang merencanakan sesuatu yang di luar dugaan rencannya KPK. Ya kita sama-sama aktivis ya kan jadi ketawa-ketawa aja buat lucu-lucuan tuh apa yang dilakukan KPK. Orang udah kayak apa, pintu koboy, keluar masuk gampang banget gitu lho. Keluar, masukin. Dikeluarin bikin malu KPK, masuk juga bikin malu KPK,” ucapnya.
Tersangka kasus pemerasan pengurusan sertifikat K3 itu kembali menegaskan bahwa KPK seharusnya malu dengan kelakuannya meskipun ia menyebut rasa malu itu sudah tidak ada lagi.
“Seharusnya KPK malu dengan apa yang dilakukannya. Nah persoalannya, problemnya, mereka tuh nggak punya rasa malu lagi gimana gitu. Udah nggak punya malu, ngga punya moral, standar moralnya pakai standar moral iblis, tukang bohong, nipu, licik, liar, gitu,” kata dia.
(Ah/rilpolitik)




![Atnike Nova Sigiro. [Foto: Komnas HAM]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241011-WA0011-350x220.jpg)
![Ilustrasi beras. [Foto: sindonews]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/1000066445-350x220.jpg)
![Gedung KPK, Jakarta Selatan. [Foto: Ah/rilpolitikcom]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250222-WA0001-350x220.jpg)

![Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati. [Foto: istimewa]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/1000066287-350x220.jpg)





![Atnike Nova Sigiro. [Foto: Komnas HAM]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241011-WA0011-180x130.jpg)
![Ilustrasi beras. [Foto: sindonews]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/1000066445-180x130.jpg)
![Gedung KPK, Jakarta Selatan. [Foto: Ah/rilpolitikcom]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250222-WA0001-180x130.jpg)