JAKARTA, Rilpolitik.com – Pembina Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Madura, Kurniadi menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta Selatan, hari ini, Senin (20/1/2025).
Hal itu terlihat dari foto yang beredar di platform WhatsApp (WA). Dalam foto tersebut, tampak Kurniadi berfoto di Gedung KPK sambil memamerkan sebuah berkas berlogo KPK diduga merupakan bukti tanda terima aduan.
Redaksi rilpolitik.com mengonfirmasi kepada Kurniadi melalui pesan WhatsApp terkait kedatangannya ke lembaga anti rasuah itu. Ia secara tegas mengatakan bahwa kedatangannya dalam rangka pengaduan masyarakat (dumas).
“Kalau ke KPK tak mungkin untuk bershalawat lah. Pasti buat aduanlah,” kata Kurniadi membalas pesan rilpolitik.com sambil tertawa.
Namun, Kurniadi masih menutup rapat-rapat informasi berkaitan dengan aduannya tersebut, termasuk apa dan siapa tokoh yang diadukan.
“Kalau diberitahu sekarang, tidak menarik lagilah,” ujar pria berjejuluk si Raja Hantu itu.
Saat ditanya apakah yang diadukan merupakan pejabat di Kabupaten Sumenep atau Pemprov Jawa Timur, ia mengaku dua-duanya.
“Kedua-duanya: Sumenep dan Jatim,” tutur dia.
Pengacara nyentrik itu juga membenarkan bahwa yang dilaporkan adalah pejabat eksekutif. “Iya (pejabat eksekutif),” katanya.
Terkait berapa pejabat yang diadukan, Kurniadi memastikan lebih dari satu orang pejabat eksekutif.
“Banyak menurut bahasa Inggris: 2. Banyak menurut bahasa Arab: 3, Banyak menurut bahasa Madura (pokok lebih Deri sittung/yang penting lebih dari satu),” pungkasnya.
(Ah/rilpolitik)



![Jokowi dan Gibran. [Foto: antara]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/1000062555-350x220.jpg)









![Jokowi dan Gibran. [Foto: antara]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/1000062555-180x130.jpg)


