NasionalPolitik

Prabowo Berencana Tambah Satu Kementerian Lagi

×

Prabowo Berencana Tambah Satu Kementerian Lagi

Sebarkan artikel ini
Adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo kembali mengembuskan wacana pembentukan nomenklatur baru di Kabinet Merah Putih, yakni Kementerian Penerimaan Negara.

Hashim menjelaskan, kementerian baru itu nantinya akan bertugas memperbaiki sistem perpajakan, cukai, hingga mengatasi kebocoran-kebocoran anggaran.

“Kita juga akan nanti modal dari perbaikan sistem pajak, perpajakan, sistem cukai kita. Ada banyak program-program yang sedang dimulai, akan dimulai untuk menutup kebocoran-kebocoran,” kata Hashim dalam acara Rapimnas Kadin 2024, di Hotel Mulia Jakarta, Minggu (1/12/2024).

Menurut Hasyim, posisi Menteri Penerimaan Negara nantinya akan diisi oleh Anggito Abimanyu yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

“Jadi itu nanti ditangani oleh Pak Anggito Abimanyu sebagai Menteri Penerimaan Negara yang baru,” imbuhnya.

Hashim mengatakan wamenkeu bagi Anggito hanya jabatan sementara. “Saya kira dia (Anggito) sebagai wakil menteri, itu nanti untuk sementara. Sementara beliau nanti diangkat sebagai Menteri Penerimaan Negara. Jadi ini untuk menangani pajak, menangani cukai, dan menangani revenue atau perlindungan negara berupa royalti dari pertambangan dan lain-lain,” pungkasnya.

Sebagai informasi, jumlah kementerian di kabinet Prabowo saat ini mencapai 48. Jika pembentukan nomenklatur baru ini terwujud, maka total jumlah kementerian adalah 49.

Sebenarnya, bukan kali ini saja Hashim menyuarakan pembentukan Kementerian Penerimaan Negara. Oktober lalu, sebelum Kabinet Merah Putih terbentuk, ia sudah mengungkap wacana ini.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu rencana pembentukan Kementerian Penerimaan Negara sudah tertera dalam program kerja Asta Cita Prabowo.

“Ada Asta Cita ke-8 itu Badan Penerimaan Negara, itu jadi Kementerian Penerimaan Negara. Menterinya sudah ada,” jara Hashim dalam sebuah diskusi ekonomi di Jakarta Selatan, Senin (7/10/2024).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *