<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ibadah Haji Arsip - Rilpolitik</title>
	<atom:link href="https://rilpolitik.com/tag/ibadah-haji/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://rilpolitik.com/tag/ibadah-haji/</link>
	<description>Barometer Politik Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Apr 2026 11:49:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-Untitled-1-1-80x80.png</url>
	<title>Ibadah Haji Arsip - Rilpolitik</title>
	<link>https://rilpolitik.com/tag/ibadah-haji/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Relasi Ibadah Haji dengan Etos Kerja Masyarakat Akar Rumput</title>
		<link>https://rilpolitik.com/relasi-ibadah-haji-dengan-etos-kerja-masyarakat-akar-rumput/</link>
					<comments>https://rilpolitik.com/relasi-ibadah-haji-dengan-etos-kerja-masyarakat-akar-rumput/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rilpolitik]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 11:49:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Etos kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Kurniawan Zulkarnain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://rilpolitik.com/?p=17067</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Kurniawan Zulkarnain Penggiat/Konsultan Pemberdayaan Masyarakat Keberangkatan kloter...</p>
<p>Artikel <a href="https://rilpolitik.com/relasi-ibadah-haji-dengan-etos-kerja-masyarakat-akar-rumput/">Relasi Ibadah Haji dengan Etos Kerja Masyarakat Akar Rumput</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rilpolitik.com">Rilpolitik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Kurniawan Zulkarnain</strong><br />
<em>Penggiat/Konsultan Pemberdayaan Masyarakat</em></p>
<hr />
<p><strong>Keberangkatan</strong> kloter pertama haji 2026 berlangsung pada 22 April dan akan diakhiri dengan kloter terakhir pada 21 Mei 2026. Pemerintah menyiapkan 16 embarkasi dengan fasilitas <em>fast track</em> imigrasi untuk kelancaran pelayanan. Perintah ibadah haji dalam Al-Qur&#8217;an tertuang dalam Surat Ali Imran ayat 97: <em>“Allah mewajibkan atas manusia untuk melaksanakan haji ke Baitullah bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.”</em> Ali Syariati (intelektual Iran) memandang ibadah haji sebagai drama simbolik yang mendalam, bukan sekadar ritual fisik, melainkan proses evolusi eksistensial manusia menuju Allah sambil mengenang keturunan Adam (Makna Haji, 2007).</p>
<p>Berbeda dengan ibadah lainnya, ibadah haji menarik perhatian banyak pihak karena sifatnya kompleks dan berdimensi nasional. Faktor utama meliputi aspek ekonomi besar-besaran, seperti pengelolaan dana hingga triliunan rupiah yang melibatkan banyak kepentingan. Pada titik ini, kita menjadi paham mengapa mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, ditersangkakan oleh KPK pada 8 Januari 2026 terkait dugaan korupsi kuota haji tahun 2024. Kasus ini melibatkan pembagian kuota tambahan 20.000. Dari kebijakan yang dibuat Yaqut, sebanyak 8.400 jemaah yang telah antre selama 14 tahun gagal berangkat, dengan dugaan kerugian negara mencapai Rp1 triliun.</p>
<p>Gema panggilan Nabi Ibrahim untuk menjadi tamu Allah telah menggema ke seluruh pelosok negeri. Antusiasme untuk beribadah haji terus meningkat tiap tahunnya. Antrean haji reguler bagi pendaftar tahun 2025 (yang sekarang berangkat) beragam secara signifikan antarprovinsi, dengan rata-rata masa tunggu sekitar 24–25 tahun karena kuota terbatas, yakni 221.000 jemaah. Antrean terlama terjadi di Provinsi Jawa Timur dengan masa tunggu 34 tahun, Jawa Tengah 32 tahun, Jawa Barat 29–35 tahun, dan DKI Jakarta 26 tahun. Antrean terpendek berada di Gorontalo, 17 tahun, dan Sulawesi Utara, 16 tahun. Secara nasional, calon jemaah haji yang mengantre berjumlah sekitar 5,7 juta orang.</p>
<p><strong>Tantangan Tata Kelola Penyelenggaraan Haji</strong></p>
<p>Antrean yang panjang, ditambah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaksanakan ibadah haji, mengakibatkan masa tunggu menjadi lebih lama, bahkan bisa menembus angka 50 tahun di beberapa daerah. Situasi ini dapat menimbulkan persoalan keadilan dan kepastian, serta tekanan sosial dan politik bagi penyelenggara haji. Kenaikan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) sebagai dampak fluktuasi nilai tukar dan biaya layanan di Arab Saudi kerap menjadi polemik. Selain itu, pengelolaan dana haji yang mengendap lama (dana jemaah tunggu) menimbulkan risiko likuiditas dan persoalan keadilan distribusi nilai manfaat.</p>
<p>Tantangan lain yang perlu ditata ulang adalah kualitas layanan di Tanah Suci. Jemaah sering mengeluhkan transportasi (bus), ketersediaan dan kapasitas tenda, katering, serta fasilitas hotel yang tidak sesuai standar. Sistem <em>multisyarikah</em> (banyaknya pihak lokal di Arab Saudi yang mengelola layanan) terkadang memperumit koordinasi dan membuat jemaah terpisah dari keluarga dan rombongan. Selain itu, masih ada kasus jemaah yang berangkat tanpa visa haji resmi sehingga berpotensi terkena sanksi hukum di Arab Saudi. Pengaturan kuota dan distribusi visa furoda juga dinilai belum sepenuhnya transparan dan merata.</p>
<p>Tantangan lainnya adalah keterlibatan banyak pihak dalam penyelenggaraan haji. Terdapat minimal sembilan kementerian/lembaga serta beragam pihak di Arab Saudi, sehingga menyulitkan koordinasi. Ditambah lagi, masih ditemukan pungutan liar (pungli), pelanggaran layanan safari wukuf, serta distribusi petugas yang belum merata di lapangan. Masalah yang tidak kalah penting adalah tidak semua calon jemaah memenuhi syarat kesehatan dan finansial, sehingga terdapat risiko gagal berangkat atau jatuh sakit di Tanah Suci. Hal ini disebabkan kurangnya edukasi dan literasi tentang manasik haji agar jemaah lebih siap secara fisik dan spiritual.</p>
<p><strong>Relasi Ibadah Haji dengan Ekonomi dan Etos Kerja di Masyarakat Akar Rumput</strong></p>
<p>Hikmah penyelenggaraan ibadah haji terhadap perkembangan ekonomi dapat membuka peluang besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor perlengkapan haji, seperti penjahit kain ihram, mukena, dan seragam haji. Di samping itu, dampaknya juga menyentuh produsen koper, sandal, perlengkapan ibadah, serta penyedia suvenir haji. Geliat usaha ini juga terjadi pada masyarakat akar rumput yang secara langsung dapat meningkatkan pendapatan sektor informal. Sebagaimana dimaklumi bersama, sektor informal selama ini merupakan penyangga ketika terjadi krisis, seperti pada tahun 1997/1998 dan pandemi Covid-19.</p>
<p>Para jemaah haji Indonesia memiliki latar belakang beragam, seperti petani, nelayan, pedagang, pegawai swasta, dan pegawai negeri sipil. Sebagian besar berasal dari pedesaan dan pada umumnya sudah masuk kelompok lansia dengan usia 60–70 tahun ke atas. Kuatnya motivasi untuk melaksanakan ibadah haji pada masyarakat akar rumput merupakan indikasi etos kerja berbasis ibadah. Namun, pendapatan petani dan nelayan rentan terhadap guncangan ekonomi. Situasi ini menjadi ladang amal bagi masyarakat sipil untuk melakukan bimbingan ekonomi rumah tangga, termasuk tata cara menabung agar dana untuk menunaikan ibadah haji dapat terkumpul tanpa mengganggu kebutuhan keluarga lainnya.</p>
<p>Rencana pembangunan Kampung Haji di Tanah Suci merupakan kabar baik sebagai upaya efisiensi biaya jemaah haji. Saat ini, puluhan triliun rupiah “merembes” ke swasta Arab Saudi (hotel, makan, transportasi, dan jasa lainnya). Dengan adanya Kampung Haji yang kelak dikelola oleh entitas nasional (misalnya Danantara dan BPKH), sebagian besar pengeluaran jemaah haji dapat kembali sebagai investasi dan pendapatan negara. Selain itu, Kampung Haji dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi mikro umat, membuka peluang usaha kuliner halal, suvenir, transportasi, dan jasa lainnya yang dijalankan oleh UMKM Indonesia.</p>
<p><em>Walahu ‘alam bi sawab.</em></p>
<p>Artikel <a href="https://rilpolitik.com/relasi-ibadah-haji-dengan-etos-kerja-masyarakat-akar-rumput/">Relasi Ibadah Haji dengan Etos Kerja Masyarakat Akar Rumput</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rilpolitik.com">Rilpolitik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rilpolitik.com/relasi-ibadah-haji-dengan-etos-kerja-masyarakat-akar-rumput/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Politikus PPP Setuju Wacana Larangan Pergi Haji Lebih dari Sekali</title>
		<link>https://rilpolitik.com/politikus-ppp-setuju-wacana-larangan-pergi-haji-lebih-dari-sekali/</link>
					<comments>https://rilpolitik.com/politikus-ppp-setuju-wacana-larangan-pergi-haji-lebih-dari-sekali/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rilpolitik]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Aug 2023 05:15:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Arsul Sani]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Menko PMK]]></category>
		<category><![CDATA[Muhadjir Effendi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://rilpolitik.com/?p=2101</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rilpolitik.com, Jakarta &#8211; Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan...</p>
<p>Artikel <a href="https://rilpolitik.com/politikus-ppp-setuju-wacana-larangan-pergi-haji-lebih-dari-sekali/">Politikus PPP Setuju Wacana Larangan Pergi Haji Lebih dari Sekali</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rilpolitik.com">Rilpolitik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Rilpolitik.com, Jakarta &#8211;</strong> Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mewacanakan pembatasan bagi masyarakat pergi ibadah haji lebih dari satu kali. Hal ini penting demi memotong lamanya waktu antrean keberangkatan para calon jemaah ke tanah suci untuk berhaji tiap tahun.</p>
<p>Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani setuju dengan wacana tersebut. Menurutnya, hal ini untuk memberikan kesempatan yang adil kepada umat Islam yang mampu pergi ibadah haji.</p>
<p>“Demi keadilan menunaikan rukun Islam kelima bagi umat Islam yg blm berkesempatan &amp; terpaksa hrs menunggu untuk ber-haji reguler antara 11 sd diatas 40 th dimasing2 kabupaten/kota, saya setuju dg wacana Pak Menko @kemenkopmk perlunya kebijakan yg mencegah umat Islam yg sdh berhaji untuk berhaji kedua, ketiga dst-nya,” kata Arsul melalui akun X resminya, @arsul_sani pada Sabtu (26/8/2023).</p>
<p>Kebijakan tersebut, kata Arsul, juga harus diterapkan untuk calon jamaah haji non reguler.</p>
<p>“Kebijakan ini tidak boleh diskriminatif, artinya secara prinsip jg hrs diterapkan thd mrk yg berkemampuan finansial untuk berhaji dg fasilitas &#8220;plus&#8221; atau non-reguler. Artinya yg &#8220;plus&#8221;-pun hrs diutamakan untuk yg belum pernah berhaji,” ujarnya.</p>
<p>Ia berharap wacana tersebut bisa dilaksanakan oleh pemerintah Presiden Joko Widodo.</p>
<p>“Semoga wacana ini menjadi atensi serius di jajaran Pemerintahan @jokowi &#8211; @Kiyai_MarufAmin untuk menciptakan keadilan beribadah haji,” tukasnya.</p>
<p>Sebelumnya, Muhadjir mengatakan wacana pembatasan bagi umat Islam pergi haji perlu dibahas lantaran banyak calon jemaah haji Indonesia yang makin menua. Baginya, kondisi ini berimplikasi terhadap kesehatan para calon jemaah.</p>
<p>&#8220;Kewajiban haji bagi yang mampu hanya satu kali, sementara kesempatan selanjutnya harus diberikan kepada masyarakat yang belum menunaikan ibadah haji,&#8221; kata Muhadjir dalam keterangan resminya pada Jumat (25/8/2023).</p>
<p><strong>(Ab)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://rilpolitik.com/politikus-ppp-setuju-wacana-larangan-pergi-haji-lebih-dari-sekali/">Politikus PPP Setuju Wacana Larangan Pergi Haji Lebih dari Sekali</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rilpolitik.com">Rilpolitik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rilpolitik.com/politikus-ppp-setuju-wacana-larangan-pergi-haji-lebih-dari-sekali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ngaku Naik Haji atas Undangan Kerajaan Arab, Netizen Bongkar Kebohongan Anies Baswedan</title>
		<link>https://rilpolitik.com/ngaku-naik-haji-atas-undangan-kerajaan-arab-netizen-bongkar-kebohongan-anies-baswedan/</link>
					<comments>https://rilpolitik.com/ngaku-naik-haji-atas-undangan-kerajaan-arab-netizen-bongkar-kebohongan-anies-baswedan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rilpolitik]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jun 2023 02:58:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Netizen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://rilpolitik.com/?p=818</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rilpolitik.com, Jakarta &#8211; Bakal Calon Presiden dari Koalisi...</p>
<p>Artikel <a href="https://rilpolitik.com/ngaku-naik-haji-atas-undangan-kerajaan-arab-netizen-bongkar-kebohongan-anies-baswedan/">Ngaku Naik Haji atas Undangan Kerajaan Arab, Netizen Bongkar Kebohongan Anies Baswedan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rilpolitik.com">Rilpolitik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Rilpolitik.com, Jakarta &#8211;</strong> Bakal Calon Presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan bersama istrinya Fery Farhati saat ini sedang menjalankan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah. Anies merasa bersyukur bisa naik haji tahun ini.</p>
<p>“Kita bersyukur sekali bahwa bisa mendapatkan panggilan haji tahun ini,” kata Anies dalam sebuah video yang beredar di sela-sela melaksanakan ibadah haji.</p>
<p>Anies mengaku ibadah haji yang ia jalani tahun ini merupakan undangan khusus dari Kerajaan Arab Saudi. Ia pun bersyukur mendapatkan fasilitas tempat tinggal dari kerajaan.</p>
<p>“Saya mendapatkan undangan dari kerajaan Saudi Arabia dan bersyukur kita diberikan tempat tinggal di Guest House Kerajaan, di samping Masjidil Haram,” tutur Anies.</p>
<p>Namun demikian, warganet justru menemukan fakta yang berbeda. Netizen menduga Anies telah melakukan kebohongan. Sebab, mantan Gubernur DKI Jakarta itu ke Mekkah ternyata menggunakan jasa travel.</p>
<p>Hal itu salah satunya diungkap oleh akun Twitter @Mi9aWempy. Akun tersebut mengunggah tangkapan layar postingan akun Instagram @dreamtour.official yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Anies Baswedan telah menggunakan jasanya dalam perjalanan haji tahun ini.</p>
<p>“Wkwk.. Ngaku² undangan kerajaan<br />
ternyata endorse. Yg posting manajemen dreamtour nya sendiri,” kata akun @Mi9aWempy.</p>
<figure id="attachment_820" aria-describedby="caption-attachment-820" style="width: 1080px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-820" src="https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/20230626_095320.jpg" alt="" width="1080" height="2055" srcset="https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/20230626_095320.jpg 1080w, https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/20230626_095320-807x1536.jpg 807w, https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/20230626_095320-1076x2048.jpg 1076w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption id="caption-attachment-820" class="wp-caption-text">Tangkapan layar akun Instagram @dreamtour.official.</figcaption></figure>
<p>Postingan tersebut langsung mendapat respon dari netizen lainnya. Netizen sebut Anies tak takut sama Allah karena berani berbohong saat menunaikan ibadah haji.</p>
<p>“Di Tanah Suci lagi ibadah, berani bohong. Benar-benar tidak takut pada Allah,” ujar sebuah akun sembari menyertakan video pengakuan Anies sebagai jamaah haji undangan Kerajaan Arab Saudi.</p>
<p>Akun @Miduk17 meminta Anies untuk jujur. Sebab, menurutnya, tak ada nama Anies dalam 50 daftar orang Indonesia yang diundang resmi Kerajaan Arab Saudi.</p>
<p>“Jadi, jujurlah ya jangan biasakan bohong. Disenggol berkali-kali oleh tentara Kerajaan Arab itu fakta memalukan,” katanya.</p>
<p>Diketahui, Kerajaan Arab Saudi tahun ini memang mengundang secara khusus 50 orang Indonesia untuk menunaikan ibadah haji.</p>
<p>Dari 50 orang itu tidak ada nama Anies Baswedan di daftar tersebut. Mereka di antaranya adalah Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Kepala Bidang Penyelenggaraan Peribadatan Masjid Istiqlal Bukhori Sail at Tahiri, Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Harun, Kapolsek Metro Setiabudi Kompol Arif Purnama Oktora, dan sejumlah nama lain dari berbagai lapisan masyarakat. <strong>(Abn)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://rilpolitik.com/ngaku-naik-haji-atas-undangan-kerajaan-arab-netizen-bongkar-kebohongan-anies-baswedan/">Ngaku Naik Haji atas Undangan Kerajaan Arab, Netizen Bongkar Kebohongan Anies Baswedan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rilpolitik.com">Rilpolitik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rilpolitik.com/ngaku-naik-haji-atas-undangan-kerajaan-arab-netizen-bongkar-kebohongan-anies-baswedan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
