NasionalPolitik

Soal Debat Cawapres, Pakar Komunikasi: Gibran Lumayan Cerdas, Tapi Licik dan Suka Menjebak

8007
×

Soal Debat Cawapres, Pakar Komunikasi: Gibran Lumayan Cerdas, Tapi Licik dan Suka Menjebak

Sebarkan artikel ini
Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka.

Rilpolitik.com, Jakarta – Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya, Prof Henri Subiakto menilai Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka menggunakan strategi komunikasi politik yang licik dan menjebak. Hal itu ditunjukkan Gibran dalam debat Cawapres pada Jumat (22/12/2023).

Pada debat Cawapres, kata Henri, Gibran menjebak lawan debatnya dengan menanyakan istilah asing yang bukan pengetahuan umum. Salah satunya tentang SGIE (State of the Global Islamic Economy) yang sempat membuat cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar kebingungan.

Strategi yang sama ini, lanjut Henri, sebenarnya juga sudah pernah dilakukan Presiden Joko Widodo, ayah Gibran, saat debat melawan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 lalu.

“Pak Jokowi dulu juga pakai cara yang sama. Bertanya tentang istilah TPID yang tidak banyak orang tahu. Prabowo kebingungan saat itu. Kini hal yang hampir sama dilakukan oleh anaknya. Cara yang sama tricky dan licin dilakukan Jokowi dan anaknya saat berpolitik,” kata Henri dikutip dari akun X-nya pada Minggu (24/12/2023).

Menurut Henri, penampilan Gibran dalam debat Cawapres dan gaya komunikasinya selama ini menunjukkan Wali Kota Solo itu sebagai sosok yang lumayan cerdas, tapi licik dan tidak takut menabrak ukuran moral, yakni kejujuran. “Makanya strategi komunikasinya suka menjebak,” ujar dia.

“Kalau jadi pemimpin dia akan makin nampak karakter aslinya. Yaitu antara yang diucapkan sering tidak sama dengan yang dipikirkan dan yang ada di hatinya,” lanjutnya.

Henri berpandangan, strategi komunikasi Gibran yang ia sebut sebagai jebakan itu sudah terencana sebelum debat bahkan terpola.

“Dia sengaja dibikin kesan tidak siap debat. Dibuat kesan plonga-plongo ketika bicara di depan publik. Namun saat menjadi pusat perhatian, yaitu debat secara nasional yang disiarkan media secara serentak, Gibran membalikkan keadaan,” jelas Henri.

“Nampaknya dia menyiapkan diri dan berlatih menyampaikan pesan secara baik dan menarik. Itu menunjukkan ada kemungkinan memiliki konsultan komunikasi dan tim yang profesional lewat latihan drama komunikasi sebelumnya,” sambung dia.

Padahal, lanjut Henri, jawaban Gibran dalam debat kerap salah, tapi jadi tertutupi dengan gaya komunikasinya yang menjebak lawan.

“Dari sisi substansi jawaban Gibran sebenarnya sering salah, tapi karena gaya komunikasinya cukup menarik, kekeliruan isi tertutupi dengan penampilannya,” kata dia.

Diketahui, Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, bertanya kepada Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), tentang SGIE di Debat Cawapres 2024. Cak Imin lalu bertanya balik mengenai arti SGIE tersebut.

“Terus terang SGIE saya nggak paham, SGIE itu apa?” tanya Cak Imin.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *