EkonomiNasional

Para Menteri Sepakat 1 Hari WFH Tiap Pekan, Tinggal Nunggu Persetujuan Prabowo

×

Para Menteri Sepakat 1 Hari WFH Tiap Pekan, Tinggal Nunggu Persetujuan Prabowo

Sebarkan artikel ini
Tito Karnavian.
Tito Karnavian.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan sejumlah menko dan menteri teknis telah bersepakat untuk memberlakukan work from home (WFH) sekali seminggu dalam upaya penghematan BBM sebagai dampak perang di Timur Tengah.

Tito menyebut kesepakatan itu diambil dalam rapat yang melibatkan Menko PMK Pratikno, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mensesneg Prasetyo Hadi, hingga Seskab Teddy Indra Wijaya.

Menurut Tito kesepakatan itu nantinya akan dilaporkan terlebih dahulu ke Presiden Prabowo Subianto sebelum akhirnya diumumkan secara resmi ke masyarakat.

“Tapi kita sepakat untuk satu suara berarti yang menyampaikan, ya saya nggak tahu siapa, (rapat) di Istana. Apakah Pak Menko PMK, apakah Menko Ekonomi, ataukah nanti oleh Pak Mensesneg (yang mengumumkan). Jadi, kita hanya memberikan masukan-masukan saja, tapi saya nggak berwenang untuk menyampaikan ke publik,” kata Tito di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Mantan Kapolri itu enggan membocorkan hari yang telah disepakati tersebut. Alasannya, hasil rapat masih harus dilaporkan dahulu kepada Presiden.

“Saya nggak mau menyebutkan, itu kemarin pun sebenarnya sudah ada hampir mengarah kepada mayoritas setuju di satu hari, yang sama, tapi saya nggak nyampaikan sekali lagi karena itu harus dilaporkan lagi hasil rapat kemarin ke Bapak Presiden,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tito memastikan pemerintah pusat dan pemerintah daerah tak ada masalah dengan wacana pemberlakuan WFH satu hari per pekan tersebut. Dia mengungkit skema itu pernah dilakukan semasa wabah COVID.

“Nggak masalah kalau saya. Saya yakin nggak akan masalah, karena ini bukan pengalaman pertama ini. Ini pada waktu jaman COVID itu kan WFH bahkan sempat hanya WFO-nya hanya 25%. Kemendagri itu 25%, WFO jalan juga. Jadi, bukan sesuatu yang baru, kita punya pengalaman,” katanya.

Untuk memonitor ASN selama WFH, Tito menyebut pemerintah memiliki Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG), yang dapat memonitor ASN betul-betul produktif di rumah.

“Jadi begitu untuk menjaga karyawan itu betul-betul working from home, dia ada di rumah, supaya nggak lari-lari ke mana ke mari yang nanti malah nambah BBM, dulu zaman COVID, mereka wajib untuk handphone-nya on,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *