JAKARTA, Rilpolitik.com – Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian mengusulkan agar anggaran untuk program makan bergizi gratis (MBG) tidak hanya diambil dari anggaran pendidikan, melainkan juga dari anggaran lain.
Hal itu disampaikan Lalu merespons gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) yang meminta anggaran pendidikan dalam APBN tak dipakai untuk MBG.
Lalu menyebut MBG sebagai investasi penting untuk masa depan generasi muda Indonesia. Sebabnya, ia mengatakan Komisi X DPR RI mendukung program tersebut.
“Kami di Komisi X DPR RI, tentu mendukung tujuan mulia program makan bergizi gratis(MBG) untuk meningkatkan gizi dan mencegah stunting pada anak sekolah. Program ini merupakan investasi penting bagi kualitas sumber daya manusia masa depan,” kata Lalu kepada wartawan, Sabtu (31/1/2026).
Supaya tidak sepenuhnya mengambil dari anggaran pendidikan, Lalu mengusulkan agar pendanaan MBG juga bersumber dari anggaran kesehatan dan bantuan sosial (bansos). Hal itu disebut demi keberlanjutan dan efektivitas program.
“Kami berpendapat bahwa pendanaan MBG sebaiknya bersumber dari kolaborasi anggaran yang lebih tepat, bukan hanya mengambil dari anggaran pendidikan,” ujarnya.
“Misalnya kolaborasi dengan anggaran kesehatan, anggaran bansos, dan atau lainnya yang sesuai,” sambung dia.
Dengan begitu, Lalu berharap program MBG dapat berjalan optimal tanpa mengorbankan kualitas pendidikan. Menurutnya, hal tersebut akan memastikan semua program bisa saling melengkapi.
“Harapannya, hal ini menjaga fokus dan porsi anggaran pendidikan, tetap murni untuk penguatan kualitas inti pembelajaran, seperti peningkatan kompetensi guru, perbaikan sarana prasarana, beasiswa, maupun program pendidikan lainnya, sehingga semua program dapat berjalan optimal dan saling melengkapi,” tuturnya.



![Jokowi dan Gibran. [Foto: antara]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/1000062555-350x220.jpg)









![Jokowi dan Gibran. [Foto: antara]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/1000062555-180x130.jpg)


