NasionalPolitik

Kiai Cholil Nafis: Jangan Bungkam Pandji!

×

Kiai Cholil Nafis: Jangan Bungkam Pandji!

Sebarkan artikel ini
Kiai Cholil Nafis.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena konten materinya dalam pertunjukan komedi bertajuk ‘Mens Rea’ dianggap menghasut dan menodai agama. Pelapor mengatasnamakan diri Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah.

Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), KH. Cholil Nafis menyebut Pandji tidak boleh dibungkam karena pertunjukan komedinya. Menurutnya, kritik-kritik Pandji dibutuhkan agar bangsa ini tetap sehat.

Cholil sendiri mengaku menikmati kritik Pandji terhadap pemerintah yang dibalut dengan komedi. Ia pun meminta agar Pandji terus melanjutkan pertunjukan komedinya.

“Saya pribadi senang menyimak kalam dan narasi Pandji Pragiwaksono yang inspiratif dengan kritik-kritiknya yang jenaka tapi menusuk. Jangan bungkam dia karena kami butuh itu,” ujar Cholil lewat akun X-nya, @cholilnafis, dikutip Minggu (11/1/2026).

“Menurut saya itu tak beda dengan dakwah dalam ajakan muhasabah diri agar bangsa ini tetap sehat. Mas Pandji lanjutkan aja ya,” lanjutnya.

Menurut Cholil, sebagian publik keliru menempatkan konteks antara candaan dan hal serius dalam menilai pertunjukan tersebut.

Cholil menilai, ada kecenderungan masyarakat salah fokus dalam merespons materi komedi. Hal-hal yang seharusnya dipahami sebagai candaan justru ditanggapi secara serius, sementara substansi yang lebih penting malah dianggap sebagai hal permukaan.

“Banyak yang salah tempat ya: yang serius dianggap candaan dan yang candaan dianggap serius. Banyak yang salfok juga: yang substansi dianggap permukaan dan yang permukaan dianggap substansi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa komika memiliki peran yang berbeda dengan tokoh agama. Menurutnya, tidak tepat menyamakan seorang komedian dengan seorang ustaz dalam menyampaikan pesan kepada publik.

“Namanya juga komika, masa disamakan dengan ustaz,” kata Cholil.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *