JAKARTA, Rilpolitik.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat 2024 pada 26 November mendatang, dipastikan menghadirkan kotak kosong. Hingga batas akhir perpanjangan masa pendaftaran, hanya ada satu pasangan calon (paslon) yang mendaftarkan diri menjadi calon bupati dan wakil bupati pengganti Sutan Riska Tuanku Kerajaan.
Pasangan calon yang mendaftar itu keduanya adalah perempuan, yakni Annisa Suci Ramadhani dan Leli Arno yang diusung oleh 9 partai politik, yakni Hanura, PKS, PAN, PKB, Golkar, Gerindra, PPP, PDI P dan Demokrat dengan total 29 kursi dari 30 kursi DPRD Dharmasraya.
Pada saat masa perpanjangan pendaftaran memang ada bacalon lain yang mendatangi KPU Dharmasraya untuk mendaftar yaitu Adi Gunawan-Romi Siska. Namun, pendaftaran paslon yang diusung PKS dan Nasdem itu tidak diterima karena dianggap belum memenuhi persyaratan.
Pakar hukum tata negara Univeritas Andalas (Unand), Feri Amsari membongkar fakta di balik terjadinya calon tunggal di Pilkada Dharmasraya. Dia menyebut calon tunggal di daerah tersebut terjadi akibat campur tangan Istana.
“Ternyata Mulyono lagi. Kasus calon tunggal di Dharmasraya adalah bagian dari Istana,” kata Feri Amsari melalui unggahannya di X @feriamsari dikutip pada Jumat (6/8/2024). Mulyono merujuk pada nama asli Presiden Joko Widodo.
Feri mengungkapkan, calon yang maju di Pilkada Dharmasraya memiliki hubungan kekeluargaan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Calon Tunggal ternyata punya kakak yang menikahi keponakan Presiden Jokowi. Itu sebabnya partai-partai dihalangi mendaftarkan calon lain,” ujarnya.
Feri pun menyebut KPU RI terlibat dalam kongkalikong terjadinya calon tunggal di Dharmasraya ini. “Gila! KPU RI terlibat dalam skandal ini,” pungkas Feri.
(Faw/rilpolitik)









![Achsanul Qosasi. [Doc. rilpolitik.com]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/1000062783-350x220.jpg)






