DaerahPolitik

Bau Anyir Proyek Pengendalian Banjir di Sumenep Terendus, PUTR Disebut Tak Mau Buka RAB

×

Bau Anyir Proyek Pengendalian Banjir di Sumenep Terendus, PUTR Disebut Tak Mau Buka RAB

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Sumenep melakukan sidak pelaksanaan proyek penanganan banjir. [Foto: istimewa]

SUMENEP, Rilpolitik.com – Komisi III DPRD Sumenep mencium gelagat ketidakberesan dalam pelaksanaan dua proyek penanganan banjir di Kabupaten Sumenep milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), dengan total anggaran Rp1 miliar lebih.

Kedua proyek dimaksud adalah Normalisasi dan Rehabilitasi Tebing Sungai Anjuk dan Normalisasi serta Rehabilitasi Saluran Pembuang Gunggung.

Dugaan ketidakberesan ini terungkap setelah anggota Komisi III DPRD Sumenep melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pada Kamis (25/9/2024).

Dari sidak tersebut ditemukan sejumlah dugaan kejanggalan. Salah satunya pengerjaan proyek yang tidak transparan lantaran nihilnya papan nama di lokasi, serta adanya dugaan proyek dikerjakan under spec.

Terkait dugaan under spec, rombongan Komisi III menemukan adanya penggunaan kawat bronjong yang tidak berstandar SNI. Padahal, kawat bronjong ber-SNI jadi syarat utama saat lelang.

“Ini menimbulkan pertanyaan, kenapa saat lelang persyaratan kawat bronjong dengan kode SNI dijadikan kuncian, tetapi realisasi di lapangan justru tidak sesuai,” ungkap Sekretaris Komisi III DRPD Sumenep, Wiwid Harjo Yudanto dalam rilis resmi dikutip rilpolitik.com Jumat (26/9/2025).

Selain itu, komisi yang membidangi infrastruktur itu juga melihat pekerjaan bronjong di lokasi sangat minim.

“Kami melihat di lapangan justru lebih banyak pekerjaan normalisasi, sementara bronjong sangat sedikit,” ujarnya.

Dugaan kejanggalan ini semakin menguat lantaran pihak Dinas PUTR Sumenep enggan membuka Rencana Anggaran Biaya (RAB) ke Komisi III.

Menurut anggota Komisi III DPRD Sumenep dari Fraksi PPP, Abdurrahman, pihaknya sudah meminta dokumen RAB kedua proyek tersebut ke Dinas PUTR. Namun, OPD yang dikepalai Eri Susanto itu enggan memberikannya. Hal ini semakin menimbulkan kecurigaan akan adanya ketidakberesan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

“Kita sudah minta RAB kedua proyek, tapi (Dinas PUTR) terkesan sengaja tidak memberikan. Ini ada apa sebenarnya, aneh dan mencurigakan,” kata Abdurrahman.

Kepala Dinas PUTR Sumenep, Eri Susanto belum menjawab upaya konfirmasi yang dilakukan rilpolitik.com melalui pesan WhatsApp ke nomornya. Pesan hanya menandakan centang dua tanda terkirim, tanpa keterangan telah dibaca.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *