EkonomiNasional

Bantah Prabowo, Ekonom Sebut Semua Orang Kena Dampak Kenaikan Dolar AS

×

Bantah Prabowo, Ekonom Sebut Semua Orang Kena Dampak Kenaikan Dolar AS

Sebarkan artikel ini
Ferry Latuhihin.
Ferry Latuhihin.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Presiden Prabowo Subianto menyebut melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) tidak berdampak ke masyarakat di tingkat desa.

Prabowo mengatakan, dampak kenaikan Dolar AS hanya dirasakan oleh masyarakat yang sering bertransaksi atau bepergian ke luar negeri.

Pakar ekonomi, Prof. Ferry Latuhihin merespons pernyataan tersebut. Ia secara tegas menyebut pandangan Prabowo salah. Menurutnya, semua orang justru akan terkena dampak dari kenaikan Dolar AS.

“Salah, Pak. Kalau dolar naik, Pak, semua orang kena, Pak. Bukan cuma orang desa aja ya, Pak, ya, orang utan juga kena, Pak,” kata Ferry dalam pernyataan video yang diunggah di akun media sosial Hendri Satrio, dikutip Minggu (17/5/2026).

Ferry mengingatkan bahwa impor bahan bakar minyak (BBM) menggunakan mata uang dolar. Sehingga, kata dia, kenaikan dolar akan berdampak secara langsung terhadap harga minyak.

“Bapak ingat, impor BBM itu bayar pakai apa, Pak, kalau bukan dolar? Kalau dolar naik, apalagi harga minyak naik, semua orang kena, Pak. Dollar naik, ya, harga minyak naik, memang produksi enggak pakai minyak, Pak? Itu akan masuk ke harga konsumen akhir ya,”

Dia mencontohkan harga minyak goreng yang saat ini disebut telah mengalami kenaikan hingga 25%. Menurutnya, kenaikan harga tersebut akibat nilai tukar dolar AS yang menguat.

“Sampai sekarang minyak goreng aja, Pak, ya itu udah naik 25% loh yang harga Rp36 ribu sudah Rp45 ribu. Itu akibat dolar naik dan harganya naik,” ungkapnya.

“Kita membayar minyak yang kita impor itu dalam Dollar, Pak ya. Apakah memang itu orang desa enggak pakai minyak goreng? Kan pakai minyak goreng Pak. Di mana-mana orang pakai minyak goreng,” imbuh dia.

Baca juga:  PRABOWONOMICS Vs Neoliberal: Menjawab The Economist!

Selain itu, lanjut Ferry, Indonesia hingga saat ini masih impor beberapa bahan komoditas, yang semuanya dibayar menggunakan dolar.

“Belum lagi pak gula yang kita masih impor ya. Belum lagi pak ya yang namanya kacang kedelai untuk tahu tempe yang jadi makanan orang kampung, orang desa. Itu kalau kita impor, kita bayar dalam dolar, Pak. Belum lagi jagung, belum lagi beras kalau kita masih impor, itu kan semua dalam dolar, Pak,” ucapnya.

Sebab itu, Ferry menegaskan Prabowo keliru jika mengganggap kenaikan dolar AS terhadap rupiah hanya berdampak bagi sebagian kelompok masyarakat saja. Ferry juga menyebut Prabowo dibohongi oleh lingkarannya sendiri.

“Jadi Bapak salah kalau bapak bilang orang kampung, orang desa tidak megang dolar atau enggak berpengaruh kepada mereka. Memang mereka tidak pegang dolar ya, pegang rupiah juga kadang-kadang kok. Namanya orang desa ya, enggak punya income apa-apa. Tapi kalau bapak bilang orang desa tidak pegang dolar dan tidak menjadi korban daripada dollar, bapak salah. Bapak dibohongin oleh orang-orang bapak,” tutup dia.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *