DaerahPolitik

PPP Akan Ditinggal Konstituen Jika Tak Rekom Kiai Ali Fikri di Pilkada Sumenep

×

PPP Akan Ditinggal Konstituen Jika Tak Rekom Kiai Ali Fikri di Pilkada Sumenep

Sebarkan artikel ini
Sulaisi Abdurrazaq.

SUMENEP, Rilpolitik.com – Penasihat Relawan Barisan Relawan Infant Gibran (Brigib) Sumenep, Sulaisi Abdurrazaq menilai PPP akan ditinggalkan konstituennya jika tak merekomendasikan Ketua DPC PPP Sumenep KH Ali Fikri sebagai Calon Bupati (Cabup) pada Pilkada Sumenep 2024. Terlebih, jika PPP memilih berkongsi dengan PDI Perjuangan.

Menurut Sulaisi, tak ada alasan bagi PPP untuk tidak mengusung Kiai Fikri di Sumenep. Sebab, kata dia, Kiai Fikri sudah berhasil mempertahankan PPP tetap eksis di tengah gempuran kekuatan PDIP di Kota Keris. Prestasi itu perlu diapresiasi.

“Kalau itu tidak diapresiasi, lalu ada upaya-upaya untuk memberi legitimasi karena Kiai Ali Fikri tidak loyal misalnya terhadap PPP yang itu dibuat-buat, bagi saya akan ada perlawanan lebih keras yang berisiko terhadap PPP sendiri,” ujarnya.

Sulaisi pun secara terang-terangan menuding adanya kekuatan eksternal yang mempengaruhi PPP jika partai Ka’bah itu tidak merekom Kiai Fikri sebagai Cabup Sumenep 2024.

“Jika ternyata rekomendasi PPP tidak turun kepada Kiai Haji Ali Fikri dan ternyata turun kepada kader partai lain, maka tidak bisa dipungkiri itu pasti pengaruh faktor X tadi yang dapat diartikan PPP berada dalam kooptasi kekuataan eksternal sehingga internal PPP sendiri tidak memiliki kedaulatan, tidak memiliki kemandirian untuk mengusung kadernya sendiri agar bisa berkontestasi dalam demokrasi Pilkada 2024,” ucapnya.

Kekuatan eksternal yang dimaksud adalah Partai Banteng alias PDIP. Sulaisi tidak ingin PPP sebagai partai warisan ulama dikooptasi PDIP. Sebab, hal itu mengesankan PPP tak punya kemerdekaan dan kekuatan.

“Politik internal (PPP) seolah-olah sangat mudah dipengaruhi oleh faktor X tadi yang seharusnya PPP ini menjadi partai yang tahan terhadap pengaruh faktor X tadi. Karena nilai keislaman atau aspek religius yang kuat diperjuangkan di PPP ini seharusnya partai ini menjadi contoh bagi partai-partai yang lain,” katanya.

Ketua DPW Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Jawa Timur itu mengatakan para ulama dan kiai tidak akan terima dan mengutuk keras PPP jika rekom Pilkada Sumenep tidak diberikan kepada Kiai Fikri.

“Jika ternyata rekomendasi calon bupati Sumenep nggak turun ke Kiai Haji Ali Fikri seperti yang saya curigai selama ini, maka saya yakini kiai, ulama, umat, dan konstituen pendukung PPP akan mengutuk PPP dan di masa depan potensial PPP jeblok, tidak memperoleh kepercayaan lagi dari konstituennya,” ujarnya.

Diketahui, Ketua DPC PPP Sumenep, KH Ali Fikri masuk bursa Pemilihan Bupati (Pilbup) Sumenep 2024. Dia disebut-sebut berpotensi menjadi calon kuat penantang petahana Achmad Fauzi Wongsojudo. Namun, hingga kini salah satu pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah itu belum juga mendapat rekom dari partainya.

PPP sendiri megantongi 6 kursi DPRD Sumenep hasil Pileg Februari lalu. Dengan begitu, PPP masih perlu tambahan 4 kursi lagi agar bisa mendaftarkan pasangan calon bupati dan wakil bupati ke KPU Sumenep.

Saat ini, baru Achmad Fauzi yang berpasangan dengan Ketua DPC PKB Sumenep KH Imam Hasyim yang sudah dipastikan bisa maju Pilkada Sumenep 2024.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *