JAKARTA, Rilpolitik.com – Universitas Kristen Indonesia (UKI) menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam program Persidangan Antar Bangsa Malaysia-Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 17-18 Juli 2024. Acara bergengsi ini diselenggarakan oleh kolaborasi antara 14 universitas dari Indonesia dan 3 universitas dari Malaysia.
Keterlibatan UKI dalam program ini adalah bentuk komitmen untuk meningkatkan kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi lain di Indonesia dan Malaysia. Dengan kolaborasi, sejumlah perguruan tinggi lintas negara berbagi ilmu dan hasil penelitian yang bisa dimanfaatkan untuk menghadapi tantangan yang ada. Pada program ini, UKI diwakili oleh Prof Dr. Chontina Siahaan dan Dr. Andaru Satnyoto.
“Kami sangat senang bisa terlibat dalam program persidangan antar bangsa ini. Dengan keterlibatan ini kami akan terus bekerja untuk penguatan mutu akademik dengan cara kolaborasi dan bekerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia,” kata Andaru.
Andaru mengatakan, selain peningkatan mutu akademik, program tersebut juga punya visi besar untuk penguatan kerjasama dalam menghadapi tantangan ekonomi politik kedua negara. Salah satu tantangan itu adalah adanya proteksionisme hijau yang membuat produk sawit Indonesia dan Malysia sulit masuk Eropa.
“Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara produsen utama minyak sawit yang menghasilkan 85% produksi dunia, menjadi pemasok minyak nabati global yang relatif kompetitif. Tetapi kini menghadapi kebijakan proteksionisme hijau. Karena itu, kami mempresentasikan hasil penelitian yang menawarkan solusi untuk menghadapi tantangan tersebut,” kata Andaru.
Selain Andaru, sebanyak 32 dosen dan peneliti dari berbagai universitas mempresentasikan karya ilmiah mereka yang berfokus pada penguatan kerjasama untuk menghadapi tantangan yang dihadapi oleh Indonesia dan Malaysia.
Adapun bentuk komitmen kolaborasi adalah diwujudkan dengan penandatanganan Kerjasama Antar Universitas. Para pimpinan universitas yang hadir menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk memperkuat pelaksanaan kolaborasi internasional dalam tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Tidak hanya itu, UKI juga melakukan leter of Intern dengan Universitas Sains Malaysia (USM). “Selain LoI, juga dibentuk Forum IMAPIN atau Forum Penumbuhan Indonesian-Malaysian Political Institutions’ Network. Forum ini akan dibentuk sebagai wadah untuk memfasilitasi kerjasama politik dan institusional antara kedua negara,” kata Andaru.
Acara ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa depan.
















