NasionalPolitik

Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, BGN Ungkap Penyebabnya

×

Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, BGN Ungkap Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Ketut Sumedana.
Ketut Sumedana.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Ratusan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah pada Selasa (1/9/2026).

Badan Gizi Nasional (BGN) pun mengungkap penyebab keracunan tersebut. Menurut Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, Ketut Sumedana, distribusi MBG oleh SPPG tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Itu karena ketidakdisiplinan dari pada SPPG dan pendistribusian. Jadi seharusnya itu loading 4 jam selesai dari masak langsung dibagikan. Tapi faktanya di lapangan lebih dari 4 jam,” kata Ketut kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).

“Nah itulah yang menyebabkan keracunan, karena MBG ini kan nggak pakai pengawet. Jadi mudah dia basi. Mudah bakterinya cepat berkembang,” imbuhnya.

Ketut menuturkan BGN sudah membuat aturan pengawasan yang dilakukan sehari dua kali, yakni pukul 17.00 WIB saat bahan masakan masuk dan pukul 02.00 WIB saat proses masak.

“Kita setiap hari, dua kali sehari kita melakukan apel kesiagaan MBG, mulai dari jam 2 malam terus jam 5 sore. Karena waktu-waktu itu waktu krusial pemilihan bahan, kalau jam 5 kan sampai, masak jam 2 pagi,” ujarnya.

Meski demikian, Ketut mengatakan masih banyak petugas dan kepala SPPG yang melanggar. Selain itu, ada juga sekolah yang tidak tepat waktu dalam membagikan MBG.

“Kenyataannya masih ada di beberapa daerah orang-orang ini, anak-anak kita ini, kepala-kepala SPPG ini, termasuk PIC-PIC, termasuk ada juga sekolah-sekolah yang tidak tepat waktu dalam membagikan MBG melebihi batas waktu yang ditetapkan,” ujarnya.

Baca juga:  Santri Manba’ul Hikam Sidoarjo Keracunan Massal Usai Santap MBG, Wagub Jatim Sebut Ada 19 Lembaga yang Terdampak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *