NasionalPolitik

Tanggapi Cak Imin Soal Alumni HMI Bikin NU Terpuruk, Ahmad Doli: Syukur Tak Terpilih Jadi Wapres

×

Tanggapi Cak Imin Soal Alumni HMI Bikin NU Terpuruk, Ahmad Doli: Syukur Tak Terpilih Jadi Wapres

Sebarkan artikel ini
Ahmad Doli Kurnia.
Ahmad Doli Kurnia.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar sekaligus mantan aktivis HMI, Ahmad Doli Kurnia menanggapi pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang menyebut Nahdlatul Ulama (NU) terpuruk karena dipimpin oleh alumni HMI.

Menurut Doli, pernyataan Cak Imin tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai candaan semata. Sebab, kata dia, Cak Imin setidaknya sudah tiga kali memojokkan HMI.

“Menanggapi sambutan yang disampaikan oleh saudara Muhaimin yang menurut saya ini sudah ketiga kali beliau menyebutkan atau memojokkan HMI. Saya kira awalnya bercanda gitu, tapi kalau sudah tiga kali berturut-turut, menurut saya, kita juga jadi enggak bercanda,” kata Doli dalam pernyataan videonya, Selasa (1/9/2026).

Ada beberapa poin yang disampaikan Doli menanggapi pernyataan Cak Imin yang dinilai memojokkan organisasi HMI.

“Tanggapan pertama dalam konteks bercanda. Pernyataan Muhaimin itu saya anggap sebagai iri tanda tak mampu,” ucapnya.

Doli mengaku kecewa terhadap Cak Imin selaku tokoh bangsa karena pernyataannya justru dinilai berpotensi memecah belah bangsa. Menurutnya, sesama aktivis seharusnya saling menghargai dan menghormati.

“Tanggapan yang kedua yang lebih serius ya, ini kita sebenarnya sesama aktivis harus saling menghargai, saling menghormati. Saya melihat pada awalnya Muhaimin ini kita berharap dari kalangan aktivis yang bisa membawa nama harum, nama baik para aktivis. Kita sebenarnya sangat kecewa ada kalangan keluarga besar kita aktivis yang diberi kesempatan besar untuk menjadi tokoh bangsa tapi malah mengecilkan dirinya ya untuk menjadi sekadar bapak di kalangannya saja. Bahkan berpotensi untuk menjadi pemecah belah bangsa,” ujar dia.

Anggota Komisi II DPR RI itu lalu menyinggung kontestasi Pilpres 2024 lalu yang diikuti Cak Imin sebagai Cawapres. Ia bersyukur karena Cak Imin gagal terpilih menjadi Wapres dalam kontestasi tersebut.

“Syukur alhamdulillah masyarakat Indonesia tahu sehingga kemarin dia tidak terpilih sebagai wakil presiden,” imbuhnya.

Doli menegaskan bahwa NU bukan milik kalangan tertentu. Organisasi tersebut merupakan aset negara dan bangsa, bahkan dunia.

“Nahdlatul Ulama itu adalah organisasi kemasyarakatan salah satu yang tertua di Indonesia. Dan sama dengan organisasi kemasyarakatan yang lain, Muhammadiyah, Al Jamiatul Wasliyah, Persis, dan sebagainya. Organisasi-organisasi ini bukan hanya sekadar menjadi aset bagi kalangan umatnya, pengikutnya, tetapi ini sudah menjadi aset umat Islam, menjadi aset bangsa, aset negara kita. Bahkan merupakan aset masyarakat dunia dalam konteks pembangunan peradaban,” tegasnya.

Menurut Doli, tidak sepantasnya NU dijadikan sebagai ajang kompetisi politik. Sebab, hal itu justru hanya akan mengerdilkan NU itu sendiri.

“(NU) Itu menjadi tempat pengabdian kita untuk mengejewantahkan komitmen ke-Indonesiaan, kebangsaan, dan keummatan kita. Bukan kita jadikan ajang untuk kompetisi politik yang itu akan merendahkan kita dan merendahkan Nahdlatul Ulama dan organisasi sosial yang lain,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa NU bukan milik kelompok tertentu. NU merupakan milik bersama.

“Saya kira Nahdlatul Ulama bukan hanya sekadar milik kelompok tertentu, bukan milik anak-anak PMII, bukan anak-anak HMI juga. Bahkan anak-anak muda lintas manapun merasa bahwa Nahdlatul Ulama dan ormas-ormas Islam itu adalah aset bangsa, aset negara untuk membuat masyarakat Indonesia ini kita tambah maju,” tegas Doli.

“Oleh karena itu, marilah kita jaga Nahdlatul Ulama dan organisasi-organisasi besar lainnya itu dengan kita memberikan kontribusi yang terbaik,” pungkas Doli.

Diketahui, Cak Imin dalam sebuah acara bedah buku di Jombang menyebut bahwa kondisi NU dalam lima tahun terakhir terpuruk. Keterpurukan itu terjadi disebabkan oleh kepemimpinan NU yang berasal dari alumni HMI.

“NU harus kita akui jujur terpuruk,” kata Cak Imin.

“Yang jelas (NU) terpuruk karena dipimpin oleh alumni HMI, kira-kira begitulah,” lanjut dia sambil tertawa.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *