HukumNasional

Sony Sonjaya Mau Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Siap Bongkar Nama-Nama Besar

×

Sony Sonjaya Mau Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Siap Bongkar Nama-Nama Besar

Sebarkan artikel ini
Sony Sonjaya.
Sony Sonjaya.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Mantan Wakil Kepala (Waka) Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya siap membongkar nama-nama besar yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengajukan diri menjadi justice collaborator.

Kesiapan Sony Sonjaya menjadi justice collaborator dalam kasus korupsi MBG diungkap oleh pengacaranya, Krisna Murti.

“Pak Sony menyatakan siap menjadi justice collaborator. Tekad ini sudah dituangkan dalam BAP di Kejaksaan,” kata Krisna kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).

Langkah tersebut sekaligus membantah bahwa Sony adalah otak dari praktik jual beli titik Satuan Pelayanana Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Krisna mengungkapkan bahwa kasus dugaan korupsi di BGN melibatkan banyak tokoh baik ekesekutif maupun legislatif. Sony pun menyatakan kesiapannya untuk membongkar nama-nama dimaksud.

“Menurut klient saya yang jelas melibatkan tokoh-tokoh dari kalangan eksekutif dan legislatif. Klient saya siap buka semuanya,” ungkap dia.

Krisna mengatakan pihaknya akan mengirim surat resmi permohonan sebagai justice collaborator kepada Jampidsus Kejagung pekan depan. Ia berharap langkah ini bisa membuka kasus ini secara terang benderang.

“Pada waktunya nama-nama tokoh yang terlibat akan kita buka di pengadilan. Ini adalah itikad baik dari Pak Sony agar kasusnya transparan,” ucap dia.

Diketahui, Kejagung menetapkan Sony Sonjaya sebagai tersangka dugaan korupsi MBG. Selain Sony, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung juga jadi tersangka dalam perkara yang sama.

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung pada Rabu (4/6/2026) atau sehari setelah mereka dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (3/6/2026).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan program MBG seharusnya dikelola oleh yayasan yang terafiliasi dengan sekolah penerima.

Baca juga:  Jadi Tersangka Korupsi, Sony Sonjaya Tulis Surat Satire ke Kepala BGN Baru: Terima Kasih Hadiah Indahnya

Akan tetapi, dalam pelaksanaannya banyak SPPG yang ditunjuk karena mempunyai afiliasi dengan petinggi BGN. Kata Syarief, yayasan itu sejatinya juga tidak memiliki syarat untuk menjadi mitra SPPG.

“Yayasan-yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari dan yayasan-yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh saudara DH, saudara SS, dan saudara LP,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *