JAKARTA, Rilpolitik.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tembus 6%. Keyakinan tersebut didasarkan pada pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2025 sebesar 5,39%.
Dilansir detikfinance, Senin (23/2/2025), Purbaya akan mengandalkan dua mesin pendorong untuk mencapai target ekonomi 6%, yakni sektor swasta dan stimulus pemerintah.
Dia memastikan, kedua mesin tersebut berjalan bersamaan melalui peningkatan likuiditas, perbaikan iklim investasi, serta optimalisasi belanja negara.
“Saya hidupkan fiskal, sudah mulai jalan. Moneter, private sector udah mulai jalan. Itu sudah 6% lebih di atas kertas ya. Kalau behavior sistemnya nggak berubah, seperti itu kira-kira. Kemudian saya perbaiki iklim investasi,” kata Purbaya.
Pemerintah telah membentuk Satgas Debottlenecking guna menyelesaikan hambatan usaha dalam rangka mendorong investasi. Hingga kini, 44 kasus telah diselesaikan.
“Saya yakin dalam setahun sudah hilang sebagian besar masalah yang mengganggu para pengusaha di Indonesia,” tutur Purbaya.
Selain itu, pemerintah juga memperketat pengawasan terhadap peredaran barang ilegal.
Purbaya juga memastikan stimulus fiskal tetap diberikan untuk menjaga daya beli termasuk alokasi Rp 55 triliun untuk dukungan Lebaran dan Gaji ke-13.
Purbaya menambahkan ekonomi Indonesia memasuki fase ekspansi yang dapat berlangsung hingga 2030-2033.
“Jadi masyarakat nggak usah khawatir, kita sedang membawa ekonomi Indonesia ke arah menuju Indonesia Emas,” tuturnya.



![Jokowi dan Gibran. [Foto: antara]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/1000062555-350x220.jpg)









![Jokowi dan Gibran. [Foto: antara]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/1000062555-180x130.jpg)


