NasionalPolitik

Gerakan Bersama Indonesia Damai Akan Gelar Deklarasi di Monumen Patung Kuda

×

Gerakan Bersama Indonesia Damai Akan Gelar Deklarasi di Monumen Patung Kuda

Sebarkan artikel ini
Flyer undangan deklarasi Indonesia Damai.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Gerakan Bersama Indonesia Damai akan menggelar Deklarasi Indonesia Damai pada Senin, 22 September 2025, di kawasan Monumen Patung Kuda, Jakarta Pusat. Acara tersebut diperkirakan akan diikuti sekitar 2.500 peserta dari berbagai lapisan masyarakat.

Muhaymin, koordinator Gerakan Bersama Indonesia Damai, menyampaikan bahwa deklarasi ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap situasi bangsa yang dinilai rentan oleh perpecahan akibat dinamika sosial dan politik belakangan ini. Menurutnya, masyarakat tidak boleh terjebak dalam provokasi dan polarisasi yang dapat merusak persaudaraan.

“Indonesia adalah rumah besar kita bersama. Perbedaan pandangan adalah hal wajar, tetapi jangan sampai perbedaan itu melahirkan permusuhan. Melalui deklarasi ini, kami ingin menegaskan bahwa persatuan dan perdamaian adalah harga mati,” ujar Muhaymin dalam keterangannya, Sabtu (20/9/2025).

Deklarasi Indonesia Damai diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran publik bahwa menjaga kedamaian adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat negara. Dengan kehadiran ribuan orang, pesan yang ingin dibawa adalah bahwa masyarakat Indonesia masih menginginkan persatuan di atas segala perbedaan.

Muhaymin menegaskan, kegiatan ini bersifat nonpartisan, tidak membawa kepentingan politik praktis, dan murni lahir dari inisiatif masyarakat sipil. Gerakan Bersama Indonesia Damai hadir sebagai wadah yang mengedepankan nilai kebersamaan, solidaritas, dan penghormatan terhadap keberagaman.

“Deklarasi ini tidak mewakili partai, kelompok, atau kepentingan tertentu. Ini adalah suara hati rakyat yang ingin hidup damai, aman, dan saling menghargai. Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat bisa bersatu tanpa sekat politik,” tegasnya.

Panitia memperkirakan kehadiran 2.500 peserta akan menjadi bukti nyata dukungan masyarakat terhadap gerakan ini. Kehadiran tersebut sekaligus menunjukkan bahwa isu persatuan dan kedamaian masih menjadi kebutuhan utama di tengah berbagai persoalan bangsa.

Deklarasi ini juga merupakan ajakan kepada semua pihak untuk kembali mengedepankan dialog ketimbang konflik, serta mencari solusi bersama atas permasalahan bangsa.

“Kami ingin mengingatkan bahwa kekerasan dan kebencian tidak pernah menyelesaikan masalah. Yang kita butuhkan adalah sikap saling mendengar, menghormati, dan mencari titik temu demi kepentingan bangsa,” ucapnya.

Pemilihan lokasi di Monumen Patung Kuda dinilai simbolis, karena kawasan tersebut sering menjadi titik berbagai ekspresi publik. Dengan memilih lokasi tersebut, Gerakan Bersama Indonesia Damai ingin menyampaikan pesan ke seluruh masyarakat Indonesia bahwa aspirasi untuk menjaga persatuan adalah suara yang sah dan penting.

Muhaymin menutup dengan seruan bahwa deklarasi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari gerakan moral yang lebih besar untuk mengawal kehidupan kebangsaan agar tetap damai.

“Kami berharap deklarasi ini menjadi pemantik semangat baru. Setelah 22 September, kami ingin peserta yang hadir menjadi agen perdamaian di lingkungannya masing-masing. Indonesia hanya bisa kuat jika damai dijaga bersama,” tutupnya.

Dengan jumlah peserta yang diperkirakan mencapai 2.500 orang, deklarasi ini akan menjadi salah satu kegiatan masyarakat sipil terbesar di tahun 2025 yang membawa pesan persatuan dan perdamaian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *