JAKARTA, Rilpolitik.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) kembali menyinggung persoalan dugaan korupsi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang terjadi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada Senin (19/5/2025).
Politikus Partai Gerindra itu menyampaikan pihaknya menemukan dugaan korupsi BSPS yang luar biasa di Sumenep, yakni mencapai sekitar Rp109 miliar.
Dia mengatakan, BSPS merupakan aspirasi dari anggota DPR RI dan banyak kepala daerah. Tapi justru dalam prakteknya dikorupsi besar-besaran.
“Saya tahu itu (BSPS) program yang diaspirasi oleh teman-teman dan banyak kepala daerah, teman-teman DPD juga. Tapi kami harus sampaikan, saya sudah menemukan dugaan korupsi yang luar biasa di Sumenep sejumlah sekitar Rp108 miliar,” kata Ara di hadapan anggota Komisi V DPR.
Ara juga menyampaikan dirinya sudah mengundang Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo membahas penyimpangan-penyimpangan tersebut.
“Saya sudah undang Ketua Banggar 2 jam di kantor saya bersama Bupati Sumenep, minggu lalu, Pak. Dan kami sudah kasih tahu indikasi temuannya apa aja,” tutur dia.
Sebagai informasi, Said Abdullah merupakan anggota DPR RI asal Sumenep. Dia juga diduga sebagai aspirator BSPS di Sumenep yang mencapai 5.490 unit pada tahun 2024, terbesar se-Indonesia.
Ara menegaskan pihaknya ingin dugaan korupsi bantuan rumah dibuka secara transparan sehingga publik menjadi tahu bahwa bantuan rumah untuk rakyat miskin di Sumenep dikorupsi.
“Jadi saya mau buka-bukaan dan saya minta supaya rakyat Indonesia semua tahu, bagaimana ada uang yang sangat dibutuhkan rakyat tetapi dikorupsi, dugaan korupsi,” ujarnya.
Ara juga menegaskan, dirinya sebagai anak buah Presiden Prabowo Subianto tidak akan pernah takut mengusut kasus korupsi apapun resikonya. Hal itu disebut sudah sesuai dengan perintah Prabowo.
“Saya anak buahnya Prabowo dan Prabowo sudah perintahkan kita akan hadapi korupsi apapun resikonya,” tegasnya.
Dia menilai program BSPS sebenarnya bagus. Namun, ia menyayangkan penyalahgunaan proyek tersebut.
“BSPS itu program bagus, tetapi juga punya potensi disalahgunakan. Saya tidak mau memfitnah siapapun, semua ada data dan bukti,” ujarnya.
(Ah/rilpolitik)





![Atnike Nova Sigiro. [Foto: Komnas HAM]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241011-WA0011-350x220.jpg)
![Ilustrasi beras. [Foto: sindonews]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/1000066445-350x220.jpg)
![Gedung KPK, Jakarta Selatan. [Foto: Ah/rilpolitikcom]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/IMG-20250222-WA0001-350x220.jpg)
![Masyarakat Desa Kapedi perbaiki jalan rusak secara swadaya. [Foto: War/rilpolitikcom]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/1000066385-350x220.jpg)
![Masyarakat Kapedi melakukan penggalangan dana demi memperbaiki jalan rusak. [Foto: War/rilpolitikcom]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/1000066343-350x220.jpg)





![Atnike Nova Sigiro. [Foto: Komnas HAM]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241011-WA0011-180x130.jpg)
![Ilustrasi beras. [Foto: sindonews]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/07/1000066445-180x130.jpg)