JAKARTA, Rilpolitik.com – Mantan Calon Presiden (Capres) 2024, Ganjar Pranowo mengkritik keras rencana pemerintah melanjutkan proyek food estate atau lumbung pangan. Menurutnya, proyek tersebut tak layak dilanjutkan karena sudah terbukti gagal.
Ganjar mengungkit anggaran yang telah dikeluarkan pemerintah untuk proyek tersebut sejak 2019 yang mencapai Rp 539,7 triliun. Menurutnya, anggaran besar itu justru hanya mendatangkan malapetaka.
“Dalam 6 tahun terakhir, sejak tahun 2019 pemerintah telah mengalokasikan Rp 539,7 triliun untuk program food estate. Proyek dengan anggaran raksasa hanya menghasilkan malapetaka,” kata Ganjar dalam pernyataannya yang diunggah di akun X resminya pada Kamis (9/1/2025).
Ganjar mengatakan proyek food estate gagal lantaran pemerintah salah memilih lahan. Ia mencontohkan lahan gambut dan kawasan lindung di Kalimantan Tengah yang dijadikan sebagai lokasi proyek food estate.
“Pertama salah memilih lahan. Kita semua tahu bahwa tanah adalah faktor terpenting pertanian. Di Kalimantan Tengah, proyek food estate memaksakan lahan gambut dan kawasan lindung menjadi lahan pertanian. Citra satelit menunjukkan bahwa di Desa Tawai Baru 700 hektar tutupan pohon hilang demi proyek ini. Di Gunung Mas 18.000 hektar habitat orangutan Kalimantan kini terancam,” ungkapnya.
Fakta lain, lanjut Ganjar, data impor beras dan jagung Indonesia justru meningkat di tengah gencarnya pemerintah mengeluarkan anggaran untuk pembangunan ketahanan pangan.
“Dengan anggaran kurang lebih Rp 539,7 triliun untuk membangun ketahanan pangan, impor beras dan jagung kita justru meningkat. Saya kira itu kegagalan kebijakan,” ujarnya.
Sebab itu, Ganjar mengatakan pemerintah perlu diingatkan jika masih terus ingin melanjutkan proyek food estate.
“Jika pemerintah sekarang tetap ingin melanjutkan proyek tersebut kita perlu mengingatkan jangan melanjutkan kegagalan sebelumnya,” ucapnya.
Menurut politikus PDI Perjuangan itu, kedaulatan pangan bisa tercapai hanya dengan kebijakan yang benar.
“Indonesia bisa berubah. Indonesia bisa mencapai kedaulatan pangan. Tetapi itu hanya terjadi jika pemerintah kita melakukan hal yang benar,” ujarnya.
“Pembangunan yang baik, kita tidak akan pernah lupa, kita catat terus. Apa itu? Pembangunan yang berpihak kepada rakyat,” pungkas dia.
Diketahui, pemerintah memastikan proyek food estate terus berlanjut pada era pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
“Oh iya, harus lanjutkan. Kita lanjutnya yang sudah dirintis, food estate itu untuk masa depan negara, untuk negara, untuk pangan. Ingat, ketahanan pangan ini identik dengan ketahanan negara,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (23/10/2024).
Proyek food estate rintisan tersebut, salah satunya yang dilaksanakan di Kalimantan Tengah (Kalteng) mencakup lahan seluas 30.000 hektare di kawasan eks lahan gambut.
Amran menuturkan, food estate yang dirancang dengan konsep pengembangan pangan secara terintegrasi di Kalteng itu telah dilengkapi sistem irigasi tanaman padi pada bentang cetak lahan sawah sekitar 100 ribu hektare.
“Kita perbaiki. Jadi Kalteng ini ada lahan yang irigasinya sudah ada 100 ribu hektare. Bisa dikembangkan 200 ribu hektare, itu untuk sawah, padi,” ujar dia.



![Kepala Disnakertrans Jawa Timur Sigit Priyanto. [Tangkapan layar dari akun Instagram Kominfo Jatim]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/Screenshot_20260513_091154_Instagram-350x220.jpg)

![Ketum Projo Budi Arie (kiri) bertemu dengan Jokowi di Rawamangun, Jakarta Timur pada 1 Mei 2026. [Tangkapan layar]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/Screenshot_20260512_102946_Instagram-350x220.jpg)







![Kepala Disnakertrans Jawa Timur Sigit Priyanto. [Tangkapan layar dari akun Instagram Kominfo Jatim]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/Screenshot_20260513_091154_Instagram-180x130.jpg)

![Ketum Projo Budi Arie (kiri) bertemu dengan Jokowi di Rawamangun, Jakarta Timur pada 1 Mei 2026. [Tangkapan layar]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/05/Screenshot_20260512_102946_Instagram-180x130.jpg)
