<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ali Fauzi Manzi Arsip - Rilpolitik</title>
	<atom:link href="https://rilpolitik.com/tag/ali-fauzi-manzi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://rilpolitik.com/tag/ali-fauzi-manzi/</link>
	<description>Barometer Politik Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Nov 2023 10:27:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-Untitled-1-1-80x80.png</url>
	<title>Ali Fauzi Manzi Arsip - Rilpolitik</title>
	<link>https://rilpolitik.com/tag/ali-fauzi-manzi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Eks Kombatan Ini Senang Tak Ada Penggunaan Politik Identitas di Pilpres 2024</title>
		<link>https://rilpolitik.com/eks-kombatan-ini-senang-tak-ada-penggunaan-politik-identitas-di-pilpres-2024/</link>
					<comments>https://rilpolitik.com/eks-kombatan-ini-senang-tak-ada-penggunaan-politik-identitas-di-pilpres-2024/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rilpolitik]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Nov 2023 10:23:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ali Fauzi Manzi]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Politik identitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://rilpolitik.com/?p=3423</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rilpolitik.com, Lamongan &#8211; Mantan Narapidana Terorisme Bom Bali...</p>
<p>Artikel <a href="https://rilpolitik.com/eks-kombatan-ini-senang-tak-ada-penggunaan-politik-identitas-di-pilpres-2024/">Eks Kombatan Ini Senang Tak Ada Penggunaan Politik Identitas di Pilpres 2024</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rilpolitik.com">Rilpolitik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Rilpolitik.com, Lamongan &#8211;</strong> Mantan Narapidana Terorisme Bom Bali 1, <a href="https://rilpolitik.com/tag/ali-fauzi-manzi/">Ali Fauzi Manzi</a> mengaku senang tak ada satu pun pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden pada Pemilu 2024 yang menggunakan politik identitas untuk meraup suara.</p>
<p>Hal ini tentu berbeda dengan kondisi Pilpres 2019 lalu di mana penggunaan politik identitas sangat mencolok.</p>
<p>“Sepertinya peta pemilu 2024 berbeda dengan 2019 di mana memang kita tidak bisa pungkiri politik identitas itu sangat kentara, mencolok sekali. Tapi pada sekarang ini saya tidak melihat itu. Tidak ada satu paslon yang menggunakan isu agama sebagai trigger untuk meraup suara masyarakat,” kata Ali Fauzi saat ditemui di kediamannya, di Lamongan, Jawa Timur pada Sabtu (25/11/2023).</p>
<p>“Maka sekarang kan nggak ada istilah kadrun. Saya sebenarnya cukup senang,” imbuhnya.</p>
<p>Ali Fauzi berharap masyarakat Indonesia semakin bijaksana dalam menentukan pilihan politiknya yakni menitikberatkan pada kualitas calon yang bertarung.</p>
<p>“Saya sebenarnya berharap rakyat Indonesia itu bijak, bijaksana, tentu tidak asal coblos, harus profiling masing-masing capres itu, potensi akademiknya, intelektualnya itu kan harus di ini dari masing-masing tiga itu,” ujar dia.</p>
<p>Namun demikian, Ali Fauzi mengakui bahwa kualitas pemilih Indonesia memang masih belum seperti di Eropa yang demokrasinya sudah matang.</p>
<p>“Jujur kualitas pemilih masyarakat Indonesia itu belum seperti di Eropa, belum seperti di dunia yang demokrasinya lebih maju. Ini baru masih tahap belajar,” ucapnya.</p>
<p><strong>(Abn/rilpolitik)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://rilpolitik.com/eks-kombatan-ini-senang-tak-ada-penggunaan-politik-identitas-di-pilpres-2024/">Eks Kombatan Ini Senang Tak Ada Penggunaan Politik Identitas di Pilpres 2024</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rilpolitik.com">Rilpolitik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rilpolitik.com/eks-kombatan-ini-senang-tak-ada-penggunaan-politik-identitas-di-pilpres-2024/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ali Fauzi Manzi: Pancasila Lahir Hasil dari Olah Pikir, Olah Rasa, dan Ijitihad Para Ulama</title>
		<link>https://rilpolitik.com/ali-fauzi-manzi-pancasila-lahir-hasil-dari-olah-pikir-olah-rasa-dan-ijitihad-para-ulama/</link>
					<comments>https://rilpolitik.com/ali-fauzi-manzi-pancasila-lahir-hasil-dari-olah-pikir-olah-rasa-dan-ijitihad-para-ulama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rilpolitik]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Nov 2023 09:32:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ali Fauzi Manzi]]></category>
		<category><![CDATA[Moderasi Beragama]]></category>
		<category><![CDATA[Pemiku 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Radikalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Terorisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://rilpolitik.com/?p=3418</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rilpolitik.com, Jakarta &#8211; Pemilu seringkali menjadi momen bangkitnya...</p>
<p>Artikel <a href="https://rilpolitik.com/ali-fauzi-manzi-pancasila-lahir-hasil-dari-olah-pikir-olah-rasa-dan-ijitihad-para-ulama/">Ali Fauzi Manzi: Pancasila Lahir Hasil dari Olah Pikir, Olah Rasa, dan Ijitihad Para Ulama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rilpolitik.com">Rilpolitik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Rilpolitik.com, Jakarta &#8211;</strong> Pemilu seringkali menjadi momen bangkitnya kembali kelompok radikalisme dan ektremisme yang dapat mengancam stabilitas politik dan keamanan. Hal ini bisa terjadi akibat perbedaan pilihan politik yang menyebabkan ketegangan sosial sehingga dapat dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikal.</p>
<p>Mantan narapidana terorisme (Napiter) <a href="https://rilpolitik.com/tag/ali-fauzi-manzi/">Ali Fauzi Manzi</a> mengakui adanya ancaman ekstremisme dan radikalisme pada Pemilu 2024. Terbukti dengan adanya penangkapan 59 terduga teroris di Jakarta, Bekasi, dan Poso oleh Densus 88 selama Oktober 2023.</p>
<p>Ali Fauzi mengungkapkan, 59 terduga teroris itu diketahui terafiliasi dengan kelompok Abdullah Umar, eks narapidana terorisme (napiter) yang baru setahun bebas dari Nusakambangan. Mereka, kata dia, berencana untuk mengganggu jalannya Pemilu 2024.</p>
<p>“Saya pribadi percaya (mereka akan kacaukan Pemilu 2024) karena mereka kelompok takfiri, kelompk ada pada JAD, Jamaah Ansorut Daulah, yang anti demokrasi,” kata Ali Fauzi pada Sabtu (25/11/2023).</p>
<p>Menurut Ali Fauzi, ancaman radikalisme selalu ada meskipun banyak dari mereka yang sudah ditangkap oleh Densus 88.</p>
<p>“(Memang) banyak dari mereka yang sudah diringkus oleh Densus 88. Tapi kan anggota yang masih bebas tidak sedikit dan ada ratusan anggota mereka yang direkrut oleh group-group (radikal) ini,” ungkapnya.</p>
<p>Mantan kombatan Bom Bali 1 itu berharap Pemilu 2024 dapat berjalan secara aman dan damai sehingga masyarakat dapat menyalurkan hak politiknya sesuai dengan hati nuraninya.</p>
<p>“Yang pro dengan Ganjar-Pak Mahfud monggo, yang pro dengan Prabowo-Gibran monggo, yang pro dengan AMIN (Anies-Cak Imin) monggo. Terpenting semuanya harus legowo karena tidak mungkin semuanya menang. Tentu ada yang kalah, ada yang menang,” imbau dia.</p>
<p>Ali Fauzi berpendapat perlu adanya penguatan program moderasi beragama yang melibatkan banyak elemen masyarakat untuk meminimalisir ancaman kekerasan berbasis agama pada Pemilu 2024.</p>
<p>“Bukan hanya polisi, BNPT, Densus 88, tetapi para alim ulama, NU, Muhammadiyah juga perlu dilibatkan dalam program moderasi beragama,” tuturnya.</p>
<p>“Nah, sampai saat ini juga bukti, fakta di lapangan masih banyak mereka yang berpaham terorisme, membolehkan aksi-aksi kekerasan, bom, penembakan polisi-TNI dan aksi-aksi yang lainnya,” imbuh dia.</p>
<p><strong>Hubungan Islam dan Keindonesiaan</strong></p>
<p>Ali Fauzi mengatakan Indonesia lahir, tumbuh, dan berkembang hasil dari olah fisik, olah akal, dan olah ijtihad dari para alim ulama baik dari Muhammadiyah maupun NU. Ulama, jelasnya, berperan cukup besar dalam melahirkan Pancasila. Sebab, Pancasila itu diambil dari nilai-nilai Islam.</p>
<p>Hal itu tentu berbeda dengan pandangan kelompok radikal yang menganggap seolah-olah Islam dan Pancasila itu berlawanan.</p>
<p>“Nah, itu sebetulnya tantangan bagi kita masyarakat itu untuk memahamkan pada group-group (radikal) ini. Group ini tentu yang diusung adalah berbasis ideologi, ideologi yang mereka pahami. Paham yang salah itu yang sebetulnya harus kita bantu, harus kita rangkul, bukan dipukul,” ujarnya.</p>
<p>Sebab itu, lanjutnya, penting untuk memaksimalkan program moderasi beragama untuk meminimalisir berkembangnya ideologi radikal yang menganggap Islam dan Pancasila bertentangan.</p>
<p>“Sekarang ada program moderasi beragama. Itu lebih menitikberatkan pada soft approach. Perekrutan berbasis rekrutmen, berbasis lembut lah, bukan mengandalkan hard power, tapi soft power gitu,” katanya.</p>
<p>Artikel <a href="https://rilpolitik.com/ali-fauzi-manzi-pancasila-lahir-hasil-dari-olah-pikir-olah-rasa-dan-ijitihad-para-ulama/">Ali Fauzi Manzi: Pancasila Lahir Hasil dari Olah Pikir, Olah Rasa, dan Ijitihad Para Ulama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rilpolitik.com">Rilpolitik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rilpolitik.com/ali-fauzi-manzi-pancasila-lahir-hasil-dari-olah-pikir-olah-rasa-dan-ijitihad-para-ulama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
