NasionalPolitik

Bos LSI Blak-blakan Akui Bantu Prabowo Menangkan Pilpres 2024

×

Bos LSI Blak-blakan Akui Bantu Prabowo Menangkan Pilpres 2024

Sebarkan artikel ini
Prabowo Subianto.

Rilpolitik.com, Jakarta – Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA blak-blakan mengaku dirinya ikut membantu Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto memenangi Pilpres 2024.

Denny mengungkapkan, kesepakatan dirinya untuk membantu Prabowo di Pilpres 2024 berawal dari pertemuannya pada 5 Mei 2023 lalu.

“Tanggal 5 Mei 2023, pertama kali saya jumpa Prabowo untuk urusan Pilpres 2024. Kami bersepakat untuk saya membuat program agar Prabowo terpilih menjadi presiden Indonesia berikutnya,” kata Denny dalam unggahan akun Facebooknya seperti rilpolitik.com lihat pada Minggu (18/2/2024).

“Sepuluh hari kemudian, saya kumpulkan teman-teman LSI Denny JA. Saya katakan, kita mulai lagi satu perjalanan panjang, kembali bertarung di pemilu presiden,” sambung dia.

Denny mengatakan, pihaknya mengerahkan seluruh sumber daya tidak hanya untuk memenangkan Prabowo, tetapi juga untuk membuat daftar panjang kemenangan LSI Denny JA sebagai lembaga survei, quick count, dan konsultan politik Capres-Cawapres.

“Ujungnya, kita harus sampai ke puncak gunung itu, yang akan sulit sekali dipecahkan oleh siapapun di dunia. Yaitu Ikut memenangkan Capres lima kali berturut-turut di sebuah negara,” ujar dia.

LSI Denny JA sendiri, tutur dia, memiliki dua divisi, yakni divisi lembaga survei dan konsultan politik. Pada divisi lembaga survei, jelasnya, kepentingan survei memberikan data seakurat mungkin.

“Bagi lembaga survei, tak penting siapa yang menang, dan siapa yang kalah. Kewajiban lembaga survei memberikan data seakurat yang bisa. Itulah prestasinya,” jelasnya.

Sementara pada divisi konsultan politik, papar dia, sila pertamanya justru soal menang. “Ketika capres datang untuk bekerja sama, rasa terima kasih kita padanya, karena kepercayaannya, kita balas dengan memenangkannya,” ucapnya.

Denny kemudian membeberkan lima alasan akhirnya memilih untuk mendukung Prabowo di Pilpres 2024.

Pertama, Denny meyakini Prabowo punya kemungkinan menang paling besar. Dia mengaku sudah punya instink bahwa Jokowi pada waktunya akan membantu Prabowo, dan diketahui publik luas.

“Di pilpres 2019, Jokowi bertarung dengan Prabowo. Dukungan kepada dua capres ini, jika digabung, suaranya itu 100% seluruh pemilih Indonesia,” katanya.

“Di pilpres 2024, ketika mereka bergabung kembali, menyatukan kekuatan, berarti 100% dukungan pemilih pula kekuatannya. Katakanlah 50% pendukung lamanya pergi, karena tak setuju kerjasama Prabowo dan Jokowi, toh masih ada 50% lagi pendukungnya yang tersisa,” lanjut dia.

Menurut Denny, lima puluh persen dukungan itu sudah besar sekali. Sudah cukup kemungkinannya untuk menang. Bahkan cukup untuk menang satu putaran saja.

“Kedua, kegigihan Prabowo mengejar matahari untuk
mendapatkan mandat menjadi presiden. Denny mengaku sudah mengikuti Prabowo secara khusus sejak Pilpres 2004. Saat itu Prabowo sudah ikut konvensi Partai Golkar, dan gagal. Lalu Pilpres 2009, Prabowo sebagai calon wakil presiden. Kembali ia gagal. Kemudian Pilpres 2014 dan 2019, Prabowo maju sebagai capres. Kembali Prabowo kalah. Ia ikut lagi di tahun 2024,” ujarnya.

Denny meyakini, kegigihan mengejar matahari ini pastilah ada yang sangat ingin Prabowo wujudkan. Prabowo, katanya, menyimpan satu energi besar sekali, yaitu ingin melakukan sesuatu bagi negerinya.

Ketiga, Pilpres 2024 menjadi pertarungan terakhir Prabowo. Jika kalah, katanya, maka tak ada lagi momen pilpres yang bisa Prabowo ikuti, karena mungkin juga masalah usia.

“Saya ingat sekali waktu jumpa Prabowo Subianto di bulan Mei 2023 itu. Saya menyanyikan lagu It is now or never.’ Ini lagu Elvis Presley. ‘Pak, lagu ini juga buat Bapak (Prabowo). Kalau Bapak ingin jadi presiden, kesempatannya tinggal sekarang, Pak. Dan harus menang. NOW! Jika tidak, ia NEVER untuk menjadi presiden’,” tutur dia.

Keempat, Prabowo disebut sebagai pemimpin konsensus. Menurutnya, Prabowo memiliki karakter leadership yang memang dibutuhkan di negeri ini.

“Itu kemampuan mengubah lawan menjadi kawan. Mengubah penentang menjadi pendukung. Kita lihat contoh, banyak sekali, Jenderal, aktivis, dan tokoh-tokoh yang tadinya menentangnya, tiba-tiba berubah menjadi pendukungnya. la juga berada di sentral spektrum politik. la dekat dengan kalangan nasionalis, Islam dan minoritas,” beber dia.

Kelima, adalah visi Prabowo yang ingin Indonesia menjadi macan Asia sekaligus Indonesia saat ini menuju Indonesia emas 2045.

“Begitu kuat keinginannya membawa Indonesia menjadi negara besar di Asia, bahkan di dunia. Dengan passion sekuat itu, banyak hal menjadi mudah, tinggal diperkuat saja oleh kemampuan teknokratis para pembantunya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Denny menegaskan dukungannya ke Prabowo sebagai profesional sejati, yaitu memberi gagasan positif.

“Sikap profesional itu sama dengan sikap teman sejati. Kita mendukung ketika teman benar. Juga menyapa ketika teman salah,” ucapnya.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *