HukumNasional

MAKI Minta Internal KPK Periode Ini Tak Ikut-ikutan Daftar Capim, Kenapa?

×

MAKI Minta Internal KPK Periode Ini Tak Ikut-ikutan Daftar Capim, Kenapa?

Sebarkan artikel ini
Koordinator MAKI Boyamin Saiman.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman meminta internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode ini tak ikut-ikutan mendaftar sebagai calon pimpinan (Capim).

Pasalnya, dia menilai KPK periode ini gagal memberantas korupsi sehingga tidak layak menjadi pimpinan lembaga anti rasuah itu ke depan.

“Secara umum saja bahwa KPK periode ini gagal total sehingga siapa pun internal KPK dan pimpinan tidak layak maju periode depan,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada wartawan, Sabtu (13/7/2024).

Sebab itu, Boyamin meminta panitia seleksi (pansel) untuk langsung mencoret jika ada nama dari internal KPK mendaftar sebagai calon komisioner.

“Saya minta pansel untuk blacklist orang KPK untuk lolos. Langsung coret semua,” ujarnya.

Menurut dia, pansel capim KPK harus memberi kesempatan kepada orang di luar KPK untuk membenahi KPK menjadi lebih baik. Dia menyinggung anjloknya indeks persepsi korupsi saat ini.

“Jika diloloskan, aku khawatir akan makin anjlok pemberantasan korupsi dan persepsi antikorupsi akan dibawah 30 dari saat ini 37. Pansel harus beri kesempatan orang luar KPK untuk setidaknya berikan darah baru yang mestinya akan berusaha lebih baik mengelola KPK,” ujarnya.

” Tapi itu juga berlaku bagi Boyamin Saiman juga harus di-blacklist oleh pansel karena gagal kawal KPK, meskipun aku juga tidak akan pernah daftar kepada pansel,” imbuhnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data 13 Juli 2024 pukul 16.00 WIB, sebanyak 138 orang mendaftar sebagai capim KPK dan 104 orang daftar dewan pengawas (dewas).

Pansel mengumumkan update pendaftaran calon pimpinan dan calon Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Per hari ini, sebanyak 138 orang daftar capim dan 104 daftar dewas.

Namun, pansel hanya mengungkapkan jumlah pendaftar tanpa disebutkan siapa saja.

Meski begitu, Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan secara personal mengaku dirinya sudah mendaftar sebagai capim KPK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *