MADURA, Rilpolitik.com – Sekelompok massa yang mengatasnamakan diri santri dan alumni pondok pesantren (ponpes) membongkar secara paksa bangunan minimarket Indomaret di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Pembongkaran dilakukan pada Rabu (7/10/2026). Massa membongkar gedung toko ritel modern itu menggunakan alat berat jenis backhoe loader.
Berdasarkan video yang beredar, ratusan massa yang mayoritas menggunakan peci dan sarung berdiri di depan bangunan Indomaret menyaksikan pembongkaran. Sesekali mereka berteriak sambil mengepalkan tangan ke atas sebagai bentuk dukungan terhadap aksi pembongkaran tersebut.
Aksi perusakan itu dilakukan dengan membawa-bawa nama ulama. Orator aksi menyatakan bahwa pembongkaran ini merupakan aspirasi para ulama.
Orator pun menegaskan akan melawan siapa pun yang mengganggu maupun tidak mau mengikuti para ulama.
“Ini urusan dengan ulama. Jangan anggap enteng. Ini Madura. Kecuali sudah pada sepakat semua,” teriak sang orator.
“Yang mengganggu ulama, yang nggak ikut ulama, saya akan lawan,” lanjutnya.
Orator lain menyebut bahwa pembongkaran bangunan Indomaret tersebut dilakukan semata-mata demi menjaga fatwa para ulama. Ia menegaskan pihaknya tidak anti terhadap Indomaret.
“Ini bukan masalah usaha Indomaret. Kita tidak pernah anti usaha, tidak, ini semata-mata hanya demi menjaga fatwa para guru dan ulama. Kalau bukan ulama, siapa yang mau diikuti. Kalau para ulama pada sepakat, nggak apa-apa (lanjutkan usahanya),” ujar orator.
Dalam video lain, orator menyebut pihak Indomaret ngeyel dengan tetap melanjutkan pembangunan meskipun mendapat penolakan yang diklaim berasal dari masyarakat.
Orator mengklaim pihaknya telah menyampaikan penolakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan sebelum melakukan pembongkaran.
“Saya sudah menyaksikan proses pembangunan ini. Dari tingkat desa, tingkat kecamatan, tingkat bupati sudah kami sampaikan bahwa pembangunan ini ditolak oleh masyarakat di sekitar ataupun kecamatan Palengaan. Kita harus bongkar hari ini,” kata orator.
Tindakan perusakan ini viral dan mendapat kecaman publik di media sosial karena justru dianggap dapat mengganggu investasi dan menghilangkan lapangan pekerjaan.
Tak sedikit juga yang mengaitkan tindakan tersebut dengan keberadaan Warung Madura di seluruh daerah di Indonesia. Mereka meminta para penolak Indomaret untuk berpikir secara jernih jika kejadian serupa dialami pengusaha Warung Madura di perantauan.
Sebagai informasi, gerai Indomaret di Desa Panaan tersebut belum sempat beroperasi dan dijadwalkan mulai dibuka pada 15 Oktober 2026.
(Ah/rilpolitik)




![Perusakan gerai Indomaret di Pamekasan oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan santri dan alumni pondok pesantren. [Tangkapan layar]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/10/1000075353-350x220.jpg)









![Perusakan gerai Indomaret di Pamekasan oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan santri dan alumni pondok pesantren. [Tangkapan layar]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/10/1000075353-180x130.jpg)

