NasionalPolitik

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Dinilai Sebagai Pesan Ancaman ke Prabowo

×

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Dinilai Sebagai Pesan Ancaman ke Prabowo

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto (kiri) sungkem kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam momen Idulfitri 2026.
Presiden Prabowo Subianto (kiri) sungkem kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam momen Idulfitri 2026.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan kembali keliling Indonesia mulai Juni mendatang, untuk menyerap aspirasi masyarakat. Kabar ini disampaikan Sekjen Projo, Freddy Alex Damanik.

Politikus PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli merespons rencana tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan taktik khusus Jokowi untuk menyampaikan pesan ancaman terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Jokowi, kata Guntur, ingin menyampaikan pesan bahwa dirinya masih memiliki pengaruh politik dan basis dukungan massa. Rencana tersebut juga bisa dibaca sebagai upaya menjaga posisi politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang notabene anak Jokowi, dalam dinamika pemerintahan ke depan.

“Ini pesan halus sekaligus ancaman halus bagi presiden Prabowo. Jokowi ingin menyatakan ‘saya masih diperhitungkan’. Dukungan massa bisa jadi tameng. Jika pemerintahan Prabowo terganggu, maka Gibran sebagai wakil presiden paling siap naik dengan dukungan Jokowi,” kata Guntur, Senin (18/5/2026).

“Atau ini persiapan jangka panjang menyaingi di 2029. Menjaga pengaruh dinasti Jokowi di tengah presiden Prabowo yang punya basis sendiri kalau pasangan Prabowo Gibran cerai di tengah jalan,” imbuh dia.

Guntur juga menilai rencana berkeliling Indonesia itu juga sebagai upaya untuk semakin memperkuat dinasti politik Jokowi. Ia menyinggung jabatan politik keluarga Jokowi saat ini.

“Dengan adanya Gibran sebagai Wapres, Kaesang sebagai ketua umum partai dan Bobby sebagai Gubernur, Jokowi harus kerja keras untuk terus menghimpun kekuatan sosial dan politik untuk memberikan dukungan bagi putra dan menantunya. Ini murni menghimpun kekuatan buat dinasti Jokowi,”
ujarnya.

Lebih lanjut, Guntur menyebut aktivitas tersebut membuktikan bahwa Jokowi tidak konsisten dan masih memiliki syahwat politik yang tinggi untuk anak dan menantunya.

Ia mengungkit kembali janji Jokowi untuk kembali ke Solo sebagai rakyat biasa usai tak lagi menjabat Presiden pada 2024 lalu.

Baca juga:  Prabowo Sebut Banyak Menterinya Masuk RS Karena Kerja Keras

“Katanya setelah tidak jadi Presiden mau pulang ke Solo menjadi warga biasa. Ini malah akan keliling Indonesia untuk terus menghimpun kekuatan politik. Itu tentu saja pilihan pribadi Jokowi. Tapi publik semakin yakin omongan Jokowi tidak bisa dipegang alias tukang bohong,” ungkap dia.

“Syahwat politik Jokowi masih begitu tinggi dan semuanya buat keluarga inti dia, untuk putranya dan menantunya,” pungkasnya.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *