JAKARTA, Rilpolitik.com – Luhut Binsar Panjaitan merupakan pejabat Indonesia yang suka mengkritik para pengkritik Kebijakan pemerintah. Bahkan, Luhut pernah meminta para pengkritik pemerintah untuk minggat dari Indonesia.
Kebiasaan Luhut yang terkesan anti kritik itu menuai kontroversi. Pegiat media sosial, Denny Siregar pun menjuluki Ketua Dewan Ekonomi Nasional pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu dengan gelar ‘Bapak Anti Kritik Indonesia’.
Julukan itu disampaikan Denny Siregar melalui akun paltform X, @Dennysiregar7 dilihat rilpolitik.com pada Kamis (16/1/2025).
Denny Siregar dalam unggahannya mengumpulkan sejumlah tangkapan layar pemberitaan media online terkait pernyataan Luhut yang terkesan anti kritik.
Pada unggahannya itu, Denny Siregar memberikan keterangan. “Bapak Anti Kritik Indonesia,” tulisnya.
Diketahui, pernyataan Luhut seringkali menuai kontroversi di publik. Hal itu lantaran Mantan Menko Maritim dan Investasi itu kerap melontarkan pernyataan yang menunjukkan sikap anti kritik.
Misalnya, Luhut pernah meminta agar para pengkritik angkat kaki dari Indonesia. Pernyataan itu disampaikan di forum Business Matching 2024 pada 12 Maret 2024.
Kala itu, Luhut secara terang-terangan mengaku kesal dengan para pengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menganggap para pengkritik selalu melihat pemerintah jelek.
“Kita kritik bangsa kita, tapi kritik yang membangun. Jangan mengkritik semua jelek, semua jelek. Kalau jelek, pindah saja kau dari Indonesia,” kata Luhut saat itu.
Luhut juga pernah menyebut kritik akademisi kampus terhadap Jokowi sebagai bentuk politisasi.
Pernyataan itu disampaikan Luhut menyikapi petisi atau pernyataan sikap para akademisi kampus baik negeri maupun swasta yang menganggap demokrasi era Jokowi mengalami kemunduran.
“Guru besar itu harus membuat ketenangan, bukan membuat kontroversi yang dia tidak lengkapi informasinya membuat cerita-cerita macam-macam. Itu enggak bagus buat dia sebagai profesor dan sebagai institusi pendidikan. Enggak bisa,” kata Luhut pada 7 Februari 2024.
Terbaru, Luhut meminta semua pihak untuk tidak terlalu cepat melayangkan kritik terhadap program makan bergizi gratis besutan Presiden Prabowo Subianto.
Dia menyebut para pengkritik kebijakan pemerintah kadang selalu sok tahu.
“Jangan cepat kritik, tunggu lihat dulu, kita ini kadang sok tahu, padahal waktu dia pejabat dia juga maling juga,” ujar Luhut di Jakarta, Rabu (15/1/2025).
(Ah/rilpolitik)









![Achsanul Qosasi. [Doc. rilpolitik.com]](https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/1000062783-350x220.jpg)






