EkonomiNasional

Upaya Batasi Jam Buka Gagal, Kini Pengusaha Ritel Persoalkan Penjualan Elpiji di Warung Madura

9457
×

Upaya Batasi Jam Buka Gagal, Kini Pengusaha Ritel Persoalkan Penjualan Elpiji di Warung Madura

Sebarkan artikel ini
Warung Madura.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Pengusaha ritel terkesan sangat khawatir dengan keberadaan Warung Madura yang semakin menjamur di seluruh wilayah Indonesia.

Bagaimana tidak, usai gagal berupaya membatasi jam operasionalnya, kini para pengusaha ritel berusaha membatasi produk-produk yang bisa dijual. Salah satunya adalah produk yang rentan terhadap api, seperti elpiji dan bensin eceran.

Ketua Umum Asosasi Peritel Indonesia (Aprindo), Roy Mandey menyebut Warung Madura yang menjual elpiji dan bensin eceran tak ada yang memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Padahal, katanya, penjualan bensin dan elpiji ada aturannya.

Aturan yang dimaksud adalah Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 289 Tahun 2018 Tentang Pedoman Teknis Keselamatan Peralatan dan Instalasi Serta Pengoperasian Instalasi SPBU.

“Menjual bensin, elpiji itu kan ada aturannya dari Dirjen Migas supaya tidak membahayakan bagi penjual. Kalau mau menjual bensin harus ada pemadam kebakarannya dong karena kalau di pom bensin di samping dispensernya itu ada APAR. Nah, itu ada enggak di warung Madura?” kata saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (7/5/2024).

Selain penjualan produk yang rentan terhadap api, Roy juga meminta pemerintah mengecek produk-produk yang dijual di Warung Madura. Sebab, katanya, ada Warung Madura yang menjual minuman keras (miras) yang merupakan golongan C.

“Nah itu bagaimana peraturan minuman beralkoholnya?” ucapnya.

Roy meminta pemerintah berlaku adil baik terhadap ritel modern maupun warung tradisional dalam mengaplikasikan aturan.

“Dengan begitu ada persaingan yang setara harus sama-sama fair. Pemerintah jangan diskriminatif,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *