<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Skrining dokter internship Arsip - Rilpolitik</title>
	<atom:link href="https://rilpolitik.com/topic/skrining-dokter-internship/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://rilpolitik.com/topic/skrining-dokter-internship/</link>
	<description>Barometer Politik Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Aug 2026 01:49:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-Untitled-1-1-80x80.png</url>
	<title>Skrining dokter internship Arsip - Rilpolitik</title>
	<link>https://rilpolitik.com/topic/skrining-dokter-internship/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemenkes Skrining 10.564 Dokter Internship, Netty: Evaluasi Juga Sistemnya</title>
		<link>https://rilpolitik.com/kemenkes-skrining-10-564-dokter-internship-netty-evaluasi-juga-sistemnya/</link>
					<comments>https://rilpolitik.com/kemenkes-skrining-10-564-dokter-internship-netty-evaluasi-juga-sistemnya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rilpolitik]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 01:49:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Internship]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[Netty Prasetiyani]]></category>
		<category><![CDATA[Skrining]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://rilpolitik.com/?p=18143</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, Rilpolitik.com – Anggota Komisi IX DPR RI,...</p>
<p>Artikel <a href="https://rilpolitik.com/kemenkes-skrining-10-564-dokter-internship-netty-evaluasi-juga-sistemnya/">Kemenkes Skrining 10.564 Dokter Internship, Netty: Evaluasi Juga Sistemnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rilpolitik.com">Rilpolitik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, Rilpolitik.com</strong> – Anggota Komisi IX DPR RI, <a href="https://rilpolitik.com/tag/netty-prasetiyani/"><strong>Netty Prasetiyani Heryawan</strong></a>, mengapresiasi kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang melakukan skrining kesehatan secara menyeluruh terhadap peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI), baik dari aspek kesehatan fisik maupun kesehatan jiwa.</p>
<p>Menurut Netty, kebijakan tersebut merupakan langkah penting untuk memastikan dokter internship yang ditempatkan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan memiliki kondisi fisik dan mental yang memadai sebelum menjalankan tugas.</p>
<p>“Dokter internship adalah bagian penting dari pelayanan kesehatan di berbagai daerah. Karena itu, memastikan mereka sehat secara fisik dan mental bukan hanya bentuk perlindungan terhadap dokter, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keselamatan pasien dan kualitas pelayanan kesehatan,” ujar Netty dalam keterangan media, Sabtu (15/8/2026).</p>
<p>Ia menilai pemeriksaan kesehatan tidak seharusnya hanya dilakukan sebagai formalitas administratif. Hasil skrining harus menjadi dasar untuk menentukan kesiapan, kebutuhan pendampingan, maupun penyesuaian lokasi penugasan bagi peserta yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.</p>
<p>“Kalau ada peserta yang membutuhkan penanganan atau pendampingan khusus, jangan dipaksakan berada di wahana yang tidak sesuai dengan kondisi kesehatannya. Prinsipnya bukan membatasi kesempatan mereka untuk bertugas, tetapi memastikan mereka dapat bekerja secara aman dan optimal,” katanya.</p>
<p>Netty juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan jiwa. Menurutnya, dokter muda yang menjalani internship menghadapi lingkungan kerja yang berbeda-beda, tuntutan pelayanan, adaptasi dengan daerah penugasan, serta tekanan profesional yang tidak ringan.</p>
<p>“Kesehatan mental harus diperlakukan setara dengan kesehatan fisik. Jangan sampai seseorang terlihat sehat secara fisik, tetapi sebenarnya sedang menghadapi tekanan psikologis yang tidak terdeteksi. Karena itu, skrining harus diikuti dengan akses konsultasi dan pendampingan yang mudah dan tidak menimbulkan stigma,” ujarnya.</p>
<p>Selain melakukan skrining terhadap peserta, Netty meminta pemerintah mengevaluasi kondisi wahana internship, termasuk beban kerja, pola supervisi, jam kerja, ketersediaan tenaga pendukung, fasilitas kesehatan, serta mekanisme pelaporan apabila peserta mengalami masalah.</p>
<p>“Jangan hanya memeriksa dokternya, tetapi juga periksa sistemnya. Kalau lingkungan kerja memiliki beban yang berlebihan, supervisi yang lemah atau fasilitas pendukung yang terbatas, maka persoalannya tidak akan selesai hanya dengan skrining kesehatan,” tegasnya.</p>
<p>Netty berharap kebijakan ini menjadi momentum untuk membangun sistem internship yang lebih manusiawi, profesional dan berorientasi pada keselamatan.</p>
<p>“Dokter yang sehat, aman dan mendapatkan dukungan yang memadai akan lebih mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melindungi dokter bukan berarti mengurangi tuntutan profesionalisme, tetapi memastikan profesionalisme itu dapat dijalankan dalam lingkungan kerja yang sehat dan aman,” pungkas Netty.</p>
<p>Artikel <a href="https://rilpolitik.com/kemenkes-skrining-10-564-dokter-internship-netty-evaluasi-juga-sistemnya/">Kemenkes Skrining 10.564 Dokter Internship, Netty: Evaluasi Juga Sistemnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rilpolitik.com">Rilpolitik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rilpolitik.com/kemenkes-skrining-10-564-dokter-internship-netty-evaluasi-juga-sistemnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
