<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BSPS di Sapeken Arsip - Rilpolitik</title>
	<atom:link href="https://rilpolitik.com/topic/bsps-di-sapeken/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://rilpolitik.com/topic/bsps-di-sapeken/</link>
	<description>Barometer Politik Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 May 2025 04:22:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.3</generator>

<image>
	<url>https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-Untitled-1-1-80x80.png</url>
	<title>BSPS di Sapeken Arsip - Rilpolitik</title>
	<link>https://rilpolitik.com/topic/bsps-di-sapeken/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lansia Penerima BSPS di Sapeken Hanya Dapat Kayu dan Cat: Lebih Besar Biaya Konsumsi Tukang</title>
		<link>https://rilpolitik.com/lansia-penerima-bsps-di-sapeken-hanya-dapat-kayu-dan-cat-lebih-besar-biaya-konsumsi-tukang/</link>
					<comments>https://rilpolitik.com/lansia-penerima-bsps-di-sapeken-hanya-dapat-kayu-dan-cat-lebih-besar-biaya-konsumsi-tukang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rilpolitik]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2025 04:22:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[BSPS]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Sabuntan]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan korupsi BSPS]]></category>
		<category><![CDATA[GARDASATU]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus BSPS]]></category>
		<category><![CDATA[Pemotongan BSPS]]></category>
		<category><![CDATA[Pongli]]></category>
		<category><![CDATA[Sapeken]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://rilpolitik.com/?p=12877</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUMENEP, Rilpolitik.com &#8211; Seorang warga lanjut usia (lansia)...</p>
<p>Artikel <a href="https://rilpolitik.com/lansia-penerima-bsps-di-sapeken-hanya-dapat-kayu-dan-cat-lebih-besar-biaya-konsumsi-tukang/">Lansia Penerima BSPS di Sapeken Hanya Dapat Kayu dan Cat: Lebih Besar Biaya Konsumsi Tukang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rilpolitik.com">Rilpolitik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMENEP, Rilpolitik.com</strong> &#8211; Seorang warga lanjut usia (lansia) di Desa Sabuntan, Kecamatan Sapaken, Kabupaten Sumenep, bernama Ruaida mengaku hanya dapat kayu osok, cat, dan paku dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (<a href="https://rilpolitik.com/tag/bsps/"><strong>BSPS</strong></a>) yang bernilai Rp20 juta.</p>
<p>Hal itu diungkap Ketua Garuda Sakti Bersatu (Gardasatu) Kangayan, Pongli berdasarkan pengakuan nenek Ruaida yang direkam dalam bentuk video.</p>
<p>Dalam videonya, nenek berusia 65 tahun itu mengaku hanya mendapat beberapa batang kayu osok, cat, dan paku untuk memperbaiki rumah panggung miliknya.</p>
<p>Catnya pun tak cukup untuk memoles seluruh dinding rumah yang terbuat dari lembaran papan kayu itu.</p>
<p>Tak hanya itu, sang nenek juga mengaku harus menanggung sendiri biaya konsumsi untuk para tukang bangunan yang mengerjakan rumahnya. Seperti kebutuhan makan, minum, dan rokok selama proses renovasi berlangsung.</p>
<p>Mirisnya, biaya konsumsi yang dikeluarkan nenek Ruaida untuk tukang disebut lebih besar dari nilai bantuan yang diterimanya.</p>
<p>“Kalau dirinci lebih banyak biaya (konsumsi) dari pada (nilai) bantuannya,” kata Pongli pada Rabu (14/5/2025).</p>
<p>Pongli merasa prihatin dengan nilai bantuan yang diterima Nenek Ruaida. Padahal, seharusnya nilai bantuan yang diterimanya sebesar Rp20 juta berikut ongkos tukangnya.</p>
<p>Sebab itu, Pongli meminta Aparat Penegak Hukum (APH) Sumenep untuk turun tangan menindak tegas perilaku oknum yang diduga melakukan pemotongan aggaran BSPS di Desa Sabuntan.</p>
<p>“Saya berharap kepada APH untuk segera bertindak tegas dengan sikap yang dilakukan oknum yang sudah seenaknya saja memberikan bantuan tidak sesuai dengan apa yang sudah menjadi ketentuan anggarannya,” tegas Pongli.</p>
<p>Dia tidak ingin oknum nakal yang merampok dana bantuan untuk rakyat miskin justru dibiarkan berkeliaran tanpa ada tindakan hukum yang tegas.</p>
<p>“Kalau APH tidak menindaklanjuti hal ini justru penegak hukum ini membiarkan maling-maling ini merajalela di kepulauan. Lalu kami orang pulau harus percaya terhadap siapa kalau ternyata APH membiarkan semuanya ini?” ujar dia.</p>
<p>Sekali lagi, Pongli menuntut APH untuk segera menangkap dan penjarakan oknum yang melakukan pemotongan anggaran BSPS. Ia juga meminta APH untuk tidak tebang pilih dalam mengusut kasus dugaan korupsi BSPS.</p>
<p>“Saya Ketua Gardasatu Kepulauan meminta APH harus bertindak tegas tangkap dan penjarakan oknum yang sudah terlibat dalam pemangkasan anggaran BSPS ini. Jangan tebang pilih, orang-orang seperti ini racun buat orang pulau,” pungkasnya.</p>
<p><strong>(Ah/rilpolitik)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://rilpolitik.com/lansia-penerima-bsps-di-sapeken-hanya-dapat-kayu-dan-cat-lebih-besar-biaya-konsumsi-tukang/">Lansia Penerima BSPS di Sapeken Hanya Dapat Kayu dan Cat: Lebih Besar Biaya Konsumsi Tukang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rilpolitik.com">Rilpolitik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rilpolitik.com/lansia-penerima-bsps-di-sapeken-hanya-dapat-kayu-dan-cat-lebih-besar-biaya-konsumsi-tukang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
