NasionalPolitik

Tolak Maju Pilkada 2024, Jansen: Politik Uangnya Lebih Kejam Dibanding Pileg

7772
×

Tolak Maju Pilkada 2024, Jansen: Politik Uangnya Lebih Kejam Dibanding Pileg

Sebarkan artikel ini
Wasekjen Demokrat Jansen Sitindaon.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Wasekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon secara tegas menolak untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Alasannya, politik uang yang sangat massif.

Hal itu disampaikan Jansen merespon pertanyaan seorang warganet di media sosial X tentang minat tidaknya Jansen maju Pilkada Kabupaten Dairi, kampung kelahirannya, pada November 2024.

Jansen menyampaikan ketidaktertarikannya untuk ikut kontestasi Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Dairi 2024 sebelum ada perbaikan sistem yang menindak tegas politik uang.

“Ampun. Walau tanah kelahiran sendiri, nggak dululah mungkin ya,” kata Jansen dalam unggahannya di X seperti rilpolitik.com kutip pada Rabu (20/3/2024).

Caleg yang sudah dua kali gagal lolos ke Senayan itu merasa dirinya sudah tidak relevan dengan kondisi politik elektoral saat ini yang penuh dengan politik uang.

“Jika ke depannya tidak ada perubahan sistem dan/atau penindakan yang keras terhadap politik uang, aku ini sebenarnya sudah tidak relevan lagi dengan keadaan politik elektoral sekarang,” ujar dia.

“Apalagi pilkada ini, lebih kejam lagi politik uangnya dibanding pileg. Termasuk hampir semua pilkada di Kabupaten lain, sudah merata sama rusaknya sebenarnya di seluruh Indonesia ini,” tambah dia.

Kabupaten Dairi, tutur Jansen, merupakan daerah yang kental dengan politik uang. Sebab itu, dia pesimis bisa menang jika maju pilkada di daerah tersebut.

“Dengan keadaan ini — dimana kampung kita Dairi ini salah satu Kabupaten dengan politik uang yang sangat kental — sudah pasti kalahnya aku,” katanya.

Jansen mengatakan, jika sekadar maju saja dirinya bisa. Sebab, Demokrat memiliki 6 kursi di DPRD Kabupaten Dairi. Itu artinya hanya kurang 1 kursi saja untuk bisa mengusung pasangan calon bupati dan calon wakil bupati.

“Namun ngasih uang “togu togu ro” ke setiap rakyat ini yang aku tidak siap dan jauh dari mahzab dan pikiranku,” tegasnya.

Dia rela kampung halaman sendiri rusak dirampok pejabatnya akibat politik uang dalam kontestasi perebutan kursi bupati dan wakil bupati.

“Biar sajalah yang mau “merampok” di tanah Dairi yang maju dan didukung rakyat ramai-ramai. Biar sekalian tambah rusak kampung kita ini. Mungkin memang sudah harus begitu dulu jalannya. Rusak total dulu semua, baru masyarakat dan kita semua sadar,” kata Jansen.

“Termasuk ini juga berlaku untuk banyak daerah-daerah lain di Indonesia,” imbuhnya.

Jansen berharap masih diberi kesehatan sehingga bisa melihat perbaikain sistem politik elektoral ke depan.

“Penting diberikan kesehatanlah untuk kita semua ya. Agar masih sempat kita melihat politik elektoral ini yang lebih baik dan ideal dari keadaan sekarang,” pungkasnya.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *