<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Moh Sakir Arsip - Rilpolitik</title>
	<atom:link href="https://rilpolitik.com/tag/moh-sakir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://rilpolitik.com/tag/moh-sakir/</link>
	<description>Barometer Politik Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Oct 2025 08:07:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-Untitled-1-1-80x80.png</url>
	<title>Moh Sakir Arsip - Rilpolitik</title>
	<link>https://rilpolitik.com/tag/moh-sakir/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dewan Pengawas Harap Area Pengabdian Komunitas PeLiTa Bisa Lebih Luas</title>
		<link>https://rilpolitik.com/dewan-pengawas-harap-area-pengabdian-komunitas-pelita-bisa-lebih-luas/</link>
					<comments>https://rilpolitik.com/dewan-pengawas-harap-area-pengabdian-komunitas-pelita-bisa-lebih-luas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rilpolitik]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 07:59:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Pelita]]></category>
		<category><![CDATA[Moh Sakir]]></category>
		<category><![CDATA[Peduli lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://rilpolitik.com/?p=14891</guid>

					<description><![CDATA[<p>BEKASI, Rilpolitik.com &#8211; Pengawas Komunitas PeLiTa, Joni Arman...</p>
<p>Artikel <a href="https://rilpolitik.com/dewan-pengawas-harap-area-pengabdian-komunitas-pelita-bisa-lebih-luas/">Dewan Pengawas Harap Area Pengabdian Komunitas PeLiTa Bisa Lebih Luas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rilpolitik.com">Rilpolitik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BEKASI, Rilpolitik.com</strong> &#8211; Pengawas <a href="https://rilpolitik.com/tag/komunitas-pelita/"><strong>Komunitas PeLiTa</strong></a>, Joni Arman berharap area pengabdian PeLiTa bisa diperluas, tidak hanya di lingkungan Blok A GSP, tetapi juga lintas blok, bahkan lintas desa.</p>
<p>Joni menilai, gerakan Komunitas PeLiTa terlihat serius setelah membeli beberapa aset, diantaranya alat fogging.</p>
<p>&#8220;Saya selaku Pengawas, sangat berharap pengabdian ini diperluas ke lintas Blok, lintas RT bahkan harapan saya bisa lintas Desa,&#8221; tegas Joni kepada wartawan di kediamannya, Perumahan GSP, Desa Satriajaya, Tambun Utara, Bekasi, Jawa Barat, Senin (13/10/2025).</p>
<p>Joni menambahkan, saat pembentukan PeLiTA, nama yang disepakati berakitan dengan area pengabdiannya adalah Tambun Utara.</p>
<p>&#8220;PeLiTa itu wilayah Tambun Utara, jadi sangat beralasan kalau sekali-kali kegiatannya di desa sebelah, selain itu alat yang dibeli cukup memadai,&#8221; ujar pria yang dikenal sebagai pengusaha itu.</p>
<p>Terpisah, <a href="https://rilpolitik.com/tag/moh-sakir/"><strong>Moh Sakir Ransa</strong></a> yang juga Pengawas PeLiTA menambahkan, komunitas yang dibentuknya itu merupakan sebuah perkumpulan warga dengan gerakan peduli lingkungan.</p>
<p>Sakir menegaskan, Komunitas PeLita murni gerakan sosial dan tidak ada kaitannya dengan kepentingan politik tertentu, baik lokal, daerah, regional maupun politik pusat. Ia berharap PeLiTA fokus pada pengabdian kepada warga sekitar.</p>
<p>&#8220;Jangan semua dianggap ada kepentingan politik, PeLiTa ini adalah gerakan sosial, yang bergabung di dalamnya tidak ada yang minat berpolitik,&#8221; paparnya.</p>
<p>Ia pun mengajak seluruh warga yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dapat bergabung untuk bersama-sama menghibahkan waktunya.</p>
<p>&#8220;Ke depan saya rasa PeLiTa butuh relawan, kalau hanya untuk kepentingan Blok A masih bisa dikerjakan sendiri, tetapi kalau nanti lintas RT, lintas desa butuh relawan yang bisa satu misi, yaitu untuk memperhatikan lingkungan,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://rilpolitik.com/dewan-pengawas-harap-area-pengabdian-komunitas-pelita-bisa-lebih-luas/">Dewan Pengawas Harap Area Pengabdian Komunitas PeLiTa Bisa Lebih Luas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rilpolitik.com">Rilpolitik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rilpolitik.com/dewan-pengawas-harap-area-pengabdian-komunitas-pelita-bisa-lebih-luas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Testimoni Alumni: Miftahul Ihsan Bagian dari Sumber Barokah</title>
		<link>https://rilpolitik.com/testimoni-alumni-miftahul-ihsan-bagian-dari-sumber-barokah/</link>
					<comments>https://rilpolitik.com/testimoni-alumni-miftahul-ihsan-bagian-dari-sumber-barokah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rilpolitik]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2025 13:40:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Istighasah]]></category>
		<category><![CDATA[Miftahul Ihsan]]></category>
		<category><![CDATA[Miftahul Ihsan Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Moh Sakir]]></category>
		<category><![CDATA[Reuni Lintas Generasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Barokah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://rilpolitik.com/?p=12245</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUMENEP, Rilpolitik.com &#8211; Kegiatan Istighasah dan Reuni Lintas...</p>
<p>Artikel <a href="https://rilpolitik.com/testimoni-alumni-miftahul-ihsan-bagian-dari-sumber-barokah/">Testimoni Alumni: Miftahul Ihsan Bagian dari Sumber Barokah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rilpolitik.com">Rilpolitik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMENEP, Rilpolitik.com</strong> &#8211; Kegiatan Istighasah dan Reuni Lintas Generasi <a href="https://rilpolitik.com/tag/miftahul-ihsan/"><strong>Pondok Pesantren Miftahul Ihsan</strong></a>, Desa Errabu, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur pada Jumat (4/4/2024), telah berlangsung dengan lancar.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, beberapa alumni memberikan testimoninya terkait Miftahul Ihsan. Salah satunya adalah Moh Sakir, Tenaga Ahli Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI).</p>
<p>Sakir secara tegas menyatakan kebanggaannya menjadi alumni Miftahul Ihsan. Ia merasa sangat bersyukur pernah mengenyam pendidikan di lembaga pendidikan besutan KH Fathullah itu.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa kedua orang tuanya merupakan santri di Miftahul Ihsan.</p>
<p>&#8220;Kalau ditanya apakah saya bangga jadi alumni Miftahul Ihsan, 1000 persen bangga jadi alumni Miftahul Ihsan. Apa perlu saya bersumpah (untuk membuktikan kebanggaan)? Saya sendiri bangga,” tegas Sakir saat memberikan testimoni.</p>
<p>“Alhmadulillah, saya di Miftahul Ihsan memang sejak dari orang tua nyantri di sini, berguru di sini. Lanjut ke saya. Jadi kalau ditanya sebagai testimoni, alhamdulillah saya jadi santri Miftahul Ihsan,” sambungnya.</p>
<p>Sakir menyebut Miftahul Ihsan sebagai bagian dari sumber barokah. Dia merasa mendapatkan banyak barokah dalam perjalanan hidupnya yang diyakini tak lepas dari doa para guru.</p>
<p>“Miftahul Ihsan, menurut saya sebagai santri, bukan pengamat pendidikan, bukan juga orang luar yang lihat pesantren, tapi saya santri yang mengalami sendiri menyaksikan bahwa Miftahul Ihsan bagian dari sumber barokah bagi saya,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan definisi ‘barokah’. “Barokah definisinya sederhana, <em>Ziyadatul khair minallah</em>, bertambahnya kebaikan langsung dari Allah. Makanya tadi saya bilang jadi saksi bahwa Miftahul Ihsan sumbernya (barokah) karena saya sendiri merasakan ziyadah ini,” jelasnya.</p>
<p>Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pamekasan itu menceritakan perjalanan hidupnya merantau ke Jakarta dengan berbekal gelar sarjana pendidikan agama Islam pada 2009 lalu.</p>
<p>Ia memulai perjalanan hidupnya di Ibu Kota dengan bergabung di salah satu lembaga penelitian yang menurutnya sacara ijazah tidak relevan. Tetapi ia justru bisa diterima di lembaga tersebut. Hal itu diyakini Sakir tidak lepas dari doa para guru.</p>
<p>“Tak masuk akal. Secara ijazah nggak masuk. Saya sendiri berpikir apa kalau bukan doa guru. Ini semua pasti ada doa guru,” ujar dia.</p>
<p>Ia juga menceritakan pengalamannya saat ini menjadi Tenaga Ahli KPU RI bersama para lulusan kampus top di Indonesia seperti UI dan UGM. Ia merasa hal itu juga merupakan berkat doa dari para guru.</p>
<p>“Saya hanya ingin menyampaikan bahwa ada banyak hal yang tidak masuk akal. Apa yang tidak masuk akal ini, pasti karena ada doa guru,” ucapnya.</p>
<p>Sebab itu, dia mengatakan harus bangga menjadi santri Miftahul Ihsan. “Harus Bangga menjadi santri Miftahul Ihsan. Karena saya sendiri yakin Miftahul Ihsan sumbernya barokah. Akan ada banyak tambahan kebaikan. Akan ketemu hal-hal yag tidak masuk akal,” ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia mendorong para alumni untuk bisa lanjut kuliah. Ia mengatakan tak perlu memikirkan biaya. Sebab, Allah menjamin rezeki orang yang mencari ilmu.</p>
<p>“Ngga sekarang kuliah, mungkin putra kita. Kalau bukan putra kita, mungkin cucu kita,” katanya.</p>
<p>“Nggak usah mikir mau jadi apa, nggak usah khawatir. Yang penting sungguh-sungguh dan yakin. Terutama yakin. Mantabkan dalam hati bahwa jika lanjut kuliah, maka Allah yang menjamin (rezekinya),” sambungnya.</p>
<p>Dia juga mengatakan bahwa lanjut kuliah merupakah salah satu upaya mendapatkan barokah.</p>
<p><strong>(Ah/rilpolitik)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://rilpolitik.com/testimoni-alumni-miftahul-ihsan-bagian-dari-sumber-barokah/">Testimoni Alumni: Miftahul Ihsan Bagian dari Sumber Barokah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rilpolitik.com">Rilpolitik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rilpolitik.com/testimoni-alumni-miftahul-ihsan-bagian-dari-sumber-barokah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
