<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hari Pancasila Arsip - Rilpolitik</title>
	<atom:link href="https://rilpolitik.com/tag/hari-pancasila/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://rilpolitik.com/tag/hari-pancasila/</link>
	<description>Barometer Politik Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Jun 2026 13:20:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://rilpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-Untitled-1-1-80x80.png</url>
	<title>Hari Pancasila Arsip - Rilpolitik</title>
	<link>https://rilpolitik.com/tag/hari-pancasila/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BRIN Minta Maaf Soal Lambang Pancasila</title>
		<link>https://rilpolitik.com/brin-minta-maaf-soal-lambang-pancasila/</link>
					<comments>https://rilpolitik.com/brin-minta-maaf-soal-lambang-pancasila/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rilpolitik]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 13:20:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[BRIN]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Lambang Garuda Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Minta maaf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://rilpolitik.com/?p=17417</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, Rilpolitik.com &#8211; Netizen dihebohkan dengan postingan akun...</p>
<p>Artikel <a href="https://rilpolitik.com/brin-minta-maaf-soal-lambang-pancasila/">BRIN Minta Maaf Soal Lambang Pancasila</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rilpolitik.com">Rilpolitik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA, Rilpolitik.com</strong> &#8211; Netizen dihebohkan dengan postingan akun media sosial Badan Riset dan Inovasi Nasional (<a href="https://rilpolitik.com/"><strong>BRIN</strong></a>) terkait peringatan Hari Pancasila 1 Juni 2026. Dalam postingan tersebut, BRIN mengunggah poster ucapan Hari Pancasila 1 Juni yang diduga menggunakan artificial<br />
Intelligence (AI).</p>
<p>Bukan hanya karena pakai AI, postingan tersebut menjadi sorotan lantaran lambang Pancasila yang digunakan tidak sesuai dengan UU.</p>
<p>Padahal, lambang Garuda Pancasila merupakan lambang negara yang terdiri atas kumpulan lambang-lambang yang memiliki arti dan makna tersurat maupun tersirat.</p>
<p>Kesalahan paling mencolok pada poster BRIN adalah jumlah helai bulu pada masing-masing sayap yang tidak sama. Berdasarkan UU, jumlah helai bulu pada masing-masing sayap Garuda Pancasila adalah 17 sebagai lambang tanggal lahirnya Indonesia. Sementara pada poster BRIN, helai bulu sayap kanan berjumlah 16 dan sayap kiri 15.</p>
<p>Selain itu, kesalahan fatal juga terletak pada jumlah helai bulu ekor yang hanya 7. Padahal seharusnya 8 yang menunjukkan bulan Agustus.</p>
<p>Postingan itu pun menuai perdebatan publik di media sosial. Mereka menyayangkan lembaga riset negara justru melakukan kesalahan fatal terkait lambang Pancasila.</p>
<p>Terkait hal itu, BRIN akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun media sosialnya.</p>
<p>“BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan,” tulis akun X @brin_indonesia, Senin (1/6/2026).</p>
<p>BRIN berjanji akan menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran agar ke depan bisa lebih hati-hati dan teliti dalam menyebarkan konten.</p>
<p>“Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang,” tulisnya.</p>
<p>BRIN telah menghapus postingan tersebut. Hal itu dianggap sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal.</p>
<p>“Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah kami perbaiki,” ujarnya.</p>
<p>“Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kontrol dari seluruh lapisan masyarakat kepada BRIN,” tutupnya.</p>
<p><strong>(War/rilpolitik)</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://rilpolitik.com/brin-minta-maaf-soal-lambang-pancasila/">BRIN Minta Maaf Soal Lambang Pancasila</a> pertama kali tampil pada <a href="https://rilpolitik.com">Rilpolitik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rilpolitik.com/brin-minta-maaf-soal-lambang-pancasila/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
