NasionalPolitik

Soal Dinasti Politik Jokowi, Prabowo: Salahnya Apa?

7599
×

Soal Dinasti Politik Jokowi, Prabowo: Salahnya Apa?

Sebarkan artikel ini
Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto. [Dok. Instagram Prabowo]

Rilpolitik.com, Jakarta – Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto menanggapi anggapan negatif publik terkait dinasti politik Presiden Joko Widodo setelah putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres).

Prabowo mengakui kubunya menjadi cerminan dinasti politik. Namun, dia menyebut dinastinya itu untuk mengabdi kepada rakyat.

“Kita dinasti merah putih, kita dinasti patriot. Kita dinasti yang ingin mengabdi untuk rakyat,” kata Prabowo usai Rapimnas Partai Gerindra di Jakarta pada Senin (23/10/2023).

Menurut Prabowo tidak ada yang salah dengan dinasti politik jika tujuannya untuk mengabdi kepada rakyat. Ia justru mempertanyakan pihak-pihak yang mempersoalkan dinasti politik Jokowi.

“Kalau dinasti Pak Jokowi ingin berbakti kepada rakyat, kenapa? Salahnya apa?” tanya Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Prabowo juga mengakui dirinya bagian dari dinasti karena merupakan putra dari seorang menteri era Orde Baru (Orba), Sumitro Djojohadikusumo dan cucu dari pendiri Bank BNI, Raden Mas Margono Djojohadikusumo.

Akan tetapi, dia menegaskan bahwa dinasti keluarganya ingin mengabdi kepada rakyat dan negara Indonesia.

“Saya juga dinasti. Anaknya Sumitro, cucunya Margono. Paman saya gugur untuk Republik Indonesia,” kata Prabowo.

Diketahui, Prabowo bersama partai politik Koalisi Indonesia Maju memilih Gibran Rakabuming sebagai bakal calon wakil presiden. Pengumuman Gibran Cawapres dilakukan di Kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan pada Minggu (22/10/2023).

Sebagian kalangan menganggap Gibran adalah representasi dinasti politik yang dibangun Jokowi. Bermula ketika Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan uji materi terhadap pasal dalam UU Pemilu yang mengatur tentang syarat capres-cawapres.

MK mengabulkan gugatan tentang syarat capres-cawapres berusia minimal 40 tahun atau pernah menjabat sebagai kepala daerah. Gibran, yang masih berumur 36 tahun jadi bisa dijadikan cawapres.

Baca juga:  Tak Undang Jokowi-Gibran, Rakernas PDIP Hanya Untuk Kader yang Setia pada Konstitusi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *