NasionalPolitik

Serang Prabowo Tak Tahan Oposisi, Nusron Wahid Sebut Anies Kerdilkan Rekonsiliasi Nasional

7949
×

Serang Prabowo Tak Tahan Oposisi, Nusron Wahid Sebut Anies Kerdilkan Rekonsiliasi Nasional

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Jendral Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid.

Rilpolitik.com, Jakarta – Sekretaris Jendral Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid menyesalkan pernyataan Anies Baswedan dalam debat capres perdana yang menyebut Prabowo Subianto tak tahan menjadi oposisi sehingga menerima pinangan Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) RI.

Menurut Nusron, pernyataan Capres nomor urut 1 itu dapat mengkerdilkan persatuan nasional bangsa yang sudah dirasakan beberapa tahun terakhir. Persatuan antara Prabowo dan Presiden Joko Widodo pada pemilu 2019, kata Nusron, adalah wujud dari rekonsiliasi nasional.

“Mas Anies mungkin melupakan bagaimana polarisasi politik hampir mengkoyak persatuan bangsa setelah Pemilu 2019. Sayang sekali, tindakan kenegerawanan ini dikerdilkan dengan menyatakan Pak Prabowo tidak tahan menjadi oposisi,” kata Nusron Wahid pada Rabu (13/12/2023).

Politikus Golkar itu juga mengklaim, berkat persatuan antara Prabowo dan Jokowi pada 2019 telah membuat Indonesia bisa melewati berbagai krisis dalam beberapa tahun terakhir.

“Susah untuk membayangkan kita melewati krisis covid-19 dengan sangat berhasil, jika para elit politik, tokoh nasional, yang sama-sama kuat ini tetap berseteru. Bangsa membutuhkan sikap kenegarawanan menghadapi krisis, ini kemudian yang ditunjukkan oleh Pak Jokowi dan Prabowo,” kata Nusron.

Nusron juga menghimbau agar para calon pemimpin untuk mulai memiliki sifat sensitif pada gejolak yang muncul di masyarakat.

“Alhamdulillah proses Pemilu kali ini kita belum melihat adanya perseteruan antara calon pendukung dengan sebutan identitas tertentu. Ini perlu kita jaga. Politik yang membangun dan mempersatukan. Pemimpin sebaiknya sensitif dan memberikan contoh,” kata Nusron Wahid.

Diketahui, pada debat capres perdana yang berlangsung pada Selasa (12/12/2023) malam, Anies Baswedan menyindir Prabowo Subianto sebagai sosok yang tidak tahan jadi oposisi. Alasannya, Prabowo disebut tidak bisa berbisnis jika berada di luar kekuasaan.

Baca juga:  Kata PKS Soal Program Makan Siang Gratis Berubah Jadi Makan Bergizi Gratis

“Seperti disampaikan Pak Prabowo, Pak Prabowo tidak tahan untuk menjadi oposisi. Apa yang terjadi? Beliau sendiri menyampaikan bahwa tidak berada dalam kekuasaan membuat tidak bisa berbisnis, tidak bisa berusaha. Karena itu harus berada dalam kekuasaan,” ucap Anies.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *