NasionalPolitik

Said Abdullah Rayu Khofifah Pilih Achmad Fauzi Jadi Wakilnya di Pilgub Jatim 2024

7326
×

Said Abdullah Rayu Khofifah Pilih Achmad Fauzi Jadi Wakilnya di Pilgub Jatim 2024

Sebarkan artikel ini
Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah mengaku pihaknya menyiapkan sejumlah nama untuk diusung menjadi calon wakil gubernur (Cawagub) pendamping Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2024.

Salah satu nama yang saat ini dipersiapkan PDIP maju sebagai pendamping Khofifah adalah Bupati Sumenep Achmad Fauzi yang tak lain adalah keponakan Said sendiri.

Said merayu Khofifah agar memilih Fauzi sebagai wakilnya di Pilkada Jatim November mendatang. Dia menilai, Fauzi bisa menjadi pasangan yang cocok untuk Khofifah. Keberadaan Fauzi, katanya, merupakan representasi masyarakat Madura.

“Kalau Mbak Khofifah memilih Mas Fauzi, akan melengkapi keterwakilan masyarakat Madura sebagai pemimpin di Jawa Timur,” ucapnya.

Dia kemudian menyinggung bahwa Jatim pernah memiliki gubernur yang berasal dari Madura, yaitu Muhammad Noer. Namun setelahnya, tak ada lagi keterwakilan orang Madura sebagai pemimpin di Jatim.

“Prinsipnya, PDIP Jawa Timur akan siap menggerakkan seluruh kekuatan untuk memenangkan calon gubernur dan wakil gubernur yang di usung oleh PDIP. Dan Insya Allah akan mendapatkan kemenangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Jatim, M Sarmuji mengatakan Khofifah sudah memilih Emil Dardak sebagai calon wakilnya pada Pilkada 2024. Dia menyebut Golkar sebagai pengusung menghormati pilihan Khofifah.

Sebab itu, kata Sarmuji, PDIP pun jika mau dukung Khofifah juga harus menghargai pilihan Khofifah untuk tetap berduet dengan Emil Dardak.

“Ya memberi dukungan saja. Karena kami Golkar sudah memutuskan dan kami yang sebenarnya punya hak untuk juga menjadi wakil saja sudah memberi dukungan, apalagi yang baru kan,” ujarnya pada Senin (27/5/2024).

Sarmuji menegaskan sulit untuk mengakomodir keinginan PDIP. Namun demikian, Golkar tetap menghargai sikap partai berlambang kepala banteng itu.

“Jadi menurut saya, sulit untuk mengakomodir syarat dari PDIP. Tapi kita menghargai apa yang menjadi keinginan PDIP, tapi menurut saya agak sulit untuk diakomodir,” kata Sarmuji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *