NasionalPolitik

Rektor Unika Diminta Bikin Pernyataan Apresiasi, Eks Loyalis Jokowi: Memalukan Sampai Ngemis Gini

5993
×

Rektor Unika Diminta Bikin Pernyataan Apresiasi, Eks Loyalis Jokowi: Memalukan Sampai Ngemis Gini

Sebarkan artikel ini
Presiden Joko Widodo.

Rilpolitik.com, Jakarta – Rektor Universitas Katolik (Unika), Ferdinandus Hindarto mengaku diminta seseorang yang mengatastanamakan dari Polrestabes Semarang, Jawa Tengah, untuk membuat pernyataan apresiasi terhadap kinerja Presiden Joko Widodo.

Permintaan itu muncul di tengah maraknya kritik terhadap pemerintahan Presiden Jokowi oleh sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Eks loyalis Presiden Joko Widodo, Chusnul Chotimah sangat menyayangkan langkah tersebut. Dia menyebut hal itu sebagai langkah yang memalukan.

“Memalukan banget pak @jokowi,” kata Chusnul dikutip dari akun X-nya, @ch_chotimah2 pada Rabu (7/2/2024).

Padahal, kata Chusnul, kinerja Presiden Jokowi disebut disukai oleh 80 persen rakyat Indonesia berdasarkan hasil survei.

“Presiden yang katanya survei kinerjanya disukai 80% rakyat Indonesia, sampai mengemis apresiasi seperti ini,” ujar dia.

Dia pun meminta Jokowi untuk tidak merendahkan diri sendiri dengan mengemis pernyataan apresiasi dari para akademisi.

“Berhenti merendahkan diri sendiri pak,” pungkasnya.

Sebelumnya, Rektor Universitas Katolik (Unika) Ferdinandus Hindarto mengaku dirinya dihubungi orang yang mengatasnamakan anggota polisi untuk membuat video mengapresiasi kinerja Presiden Joko Widodo. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh Ferdinan.

Video yang dimaksud ialah pernyataan terkait prestasi Presiden Jokowi. Ferdinan menilai video yang diminta sama dengan video pernyataan rektor berbagai universitas yang beredar akhir-akhir ini.

“Kalau kontennya sih sudah disampaikan dan itu hampir sama mungkin teman-teman pernah lihat. Jadi nomor satu kan mengapresiasi prestasi Pak Jokowi selama sembilan tahun terakhir, yang kedua bahwa Pemilu 2024 itu kan intinya mencari penerus Pak Jokowi intinya itu hal yang sama seperti juga muncul di video-video tentang rektor itu,” jelas dia.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *