NasionalPolitik

Qodari Sebut Gibran Paling Potensial Jadi Ketum Golkar, Bukan Jokowi

5180
×

Qodari Sebut Gibran Paling Potensial Jadi Ketum Golkar, Bukan Jokowi

Sebarkan artikel ini
Gibran Rakabuming Raka. [Tangkapan layar]

JAKARTA, Rilpolitik.com – Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari menyebut Gibran Rakabuming Raka potensial menjadi Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Airlangga Hartarto.

Hal itu disampaikan merespon beredarnya isu Presiden Joko Widodo akan mengambil alih kepemimpinan Partai Golkar setelah lengser dari kursi presiden.

Menurut Qodari, Jokowi tidak mungkin masuk partai beringin apalagi menduduki posisi ketum. Justru, katanya, yang potensial jadi Ketum Golkar adalah Gibran yang notabene anak sulung Jokowi.

“Menurut saya ada satu calon yang juga sangat potensial untuk menjadi ketua umum Golkar ke depan yaitu Gibran Rakabuming Raka,” kata Qodari pada Selasa (12/3/2024).

Dia mengungkapkan, nama Gibran potensial mengingat posisinya yang selangkah lagi menjadi wapres, terlebih Golkar selalu menjadi bagian pemerintah.

“Kita tahu bahwa Partai Golkar punya kecenderungan yang sangat kuat untuk memiliki kaki, memiliki akses di pemerintahan bukan hanya menteri tetapi juga atau bahkan wakil presiden karena Golkar adalah partai yang ideologinya karya dan kekaryaan dan selalu berorientasi untuk menjadi bagian dari pemerintahan,” jelas Qodari.

Selain itu, Qodari berpandangan Partai Golkar ke depan harus berorientasi terhadap anak muda karena pemilih terbanyak berasal dari kalangan muda.

Oleh sebab itu, tantangannya partai Golkar juga harus diisi oleh banyak anak-anak muda.

“Partai Golkar ini adalah partai yang tua, partai besar dan kalau kita bicara mengenai pemilih pada hari ini dan pemilih di masa yang akan datang, saya kira Partai Golkar mengalami tantangan bagaimana agar partai ini bisa menjadi partai yang punya orientasi kepada anak muda dan punya tokoh yang juga berasal dari anak muda,” katanya.

“Hal ini sebetulnya sudah sangat disadari oleh Partai Golkar, kita lihat adanya regenerasi generasi kedua dan generasi ketiga dari pengurus Golkar kepada anak-anak mereka, misalnya begitu banyak sekali anak-anak muda di Golkar yang merupakan penerus dari orang tuanya yang sudah berkiprah lama di Partai Golkar,” kata Qodari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *