NasionalPolitik

Putri Jokowi Kahiyang Ayu Diangkat Jadi Tokoh Nasional, Jhon Sitorus: Kontribusinya Apa?

6574
×

Putri Jokowi Kahiyang Ayu Diangkat Jadi Tokoh Nasional, Jhon Sitorus: Kontribusinya Apa?

Sebarkan artikel ini
Kahiyang Ayu.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Pegiat media sosial, Jhon Sitorus mengkritik penobatan putri Presiden Joko Widodo sebagai tokoh nasional. Dia mempertanyakan gagasan dan karya Kahiyang sehingga pantas dijadikan tokoh nasional.

Diketahui, Kahiyang Ayu diangkat sebagai tokoh nasional Padang Sidempuan. Ia menyusul sang suami, Bobby Nasution yang sebelumnya juga telah dikukuhkan sebagai Tokoh Nasional Tapanuli Selatan.

“(Kahiyang Ayu) Tanpa rekam jejak partisipasi, tanpa karya, tanpa kontribusi, tanpa ide, pikiran dan gagasan tiba2 bisa jadi tokoh nasional,” kata Jhon Sitorus dalam cuitannya seperti rilpolitik.com kutip pada Senin (18/3/2024).

“Pikirannya apa? Gagasannya apa? Karyanya apa? Pengaruhnya selama hidup atas dirinya sendiri apa? Nggak ada yang tau,” lanjut dia.

Menurut Jhon, gelar tokoh nasional seharusnya diberikan kepada sosok yang sudah mengabdi puluhan tahun dan memberikan pemikirannya sebagai sumbangsih bagi peradaban.

“Dulu gelar Tokoh Nasional umumnya didapatkan setelah pengabdian berpuluh2 tahun, pemikiran yang cemerlang dan berpengaruh pada peradaban,” ujarnya.

Dia menyayangkan pemberian gelar tokoh nasional yang terkesan sangat mudah tanpa mempertimbangkan kontribusinya bagi masyarakat.

“Sekarang gelar tokoh Nasional bisa didapat dengan mudah tanpa proses yang panjang dan kontribusi nyata yang konsisten,” ucapnya.

Meski demikian, Jhon Sitorus tetap berharap pemberian gelar tokoh nasional kepada Kahiyang dapat berdampak positif dan betul-betul memang sudah berkontribusi nyata bagi masyarakat.

“Semoga saja dampaknya positif. Semoga saja pikiran Kahiyang memang sudah berkontribusi nyata untuk rakyat Padang Sidempuan, barangkali saya yang tidak update kemajuan yang diberikan kepada warga di sana,” katanya.

Terkahir, Jhon menyingung siapa sosok yang kelak akan dijadikan sebagai tokoh nasional lagi.

“Next, siapa lagi yg mau jadi tokoh Nasional? Daerah mana yang mau memberikan penghargaan itu? Monggo,” pungkasnya.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *