NasionalPolitik

Prof Henri: Indonesia Akan Terus Ribut Selama Masih Ada Cawe-cawe Politik Dinasti Jokowi

7485
×

Prof Henri: Indonesia Akan Terus Ribut Selama Masih Ada Cawe-cawe Politik Dinasti Jokowi

Sebarkan artikel ini
Presiden Joko Widodo. [Instagram @jokowi]

JAKARTA, Rilpolitik.com – Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya, Prof Henri Subiakto menyoroti usulan agar Presiden Joko Widodo memimpin koalisi partai politik (parpol) setelah lengser dari jabatannya nanti. Henri menilai, usulan tersebut sebagai bagin dari strategi melanggengkan kekukasaan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Ini bagian dari strategi supaya tetap berkuasa saat presiden sudah berganti. Saat Jokowi sudah bukan lagi Presiden RI. Dengan pegang pemimpin partai koalisi, diharapkan Jokowi tetap memiliki pengaruh besar mengendalikan negeri,” kata Henri dikutip dari keterangannya pada Sabtu (16/3/2024).

Persoalannya, Henri tidak yakin Prabowo Subianto akan terus manut ke Jokowi setelah dilantik nanti sebagai Presiden terpilih periode 2024-2029.

“Apa kalau Jokowi sudah pegang pemimpin partai-partai koalisi, Prabowo sebagai presiden RI akan diam dan terus nurut pada kemauan Jokowi? Ada potensi Konflik ‘berebut pengaruh’ antara kedua tokoh ini,” ujar dia.

“Yang satu merasa sangat berjasa memenangkan Prabowo secara total hingga jadi Presiden 2024 dan masih mengendalikan partai-partai. Satunya merasa sebagai penguasa baru, Presiden RI yang pasti tidak ingin direcoki dan di bawah kendali siapa pun,” sambunya.

Henri mengatakan, Jokowi dan Prabowo akan kembali bertempur dengan memobilisasi kekuatan buzzer masing-masing demi kepentingan politiknya.

“Sekarang mereka masih honeymoon, karena memenangkan kontestasi, tapi sebentar lagi akan muncul drama-drama mereka merefleksikan kelicikan dan ambisi,” ujarnya.

Menurut Henri, perpolitikan Tanah Air tidak akan pernah bebas dari keributan selama masih ada cawe-cawe atau campur tangan politik dinasti Jokowi dan oligarkinya.

“Politik Indonesia tidak akan berhenti ribut, selama ada peran dan ambisi Jokowi, dengan politik dinasti dan oligarki. Rakyat semakin jauh dari sejahtera, bahagia dan cerdas. Rakyat lebih banyak dimanfaatkan, dimobilisasi dan dipersuasi untuk kepentingan politisi,” katanya.

Baca juga:  Disebut Larang Anaknya Maju Pilgub DKI, Jokowi: Tanya Kaesang

Sebab itu, lanjutnya, kritik dari para akademisi sangat diperlukan untuk menjaga kewarasan negeri ini dalam menghadapi para penjahat demokrasi yang berpotensi merusak NKRI.

“Arah NKRI makin jauh dari tujuan pendiri Bangsa saat mereka memproklamirkan Kemerdekaan RI,” ungkapnya.

Jokowi, kata Henri, sangat khawatir Prabowo akan berpaling darinya. Sebab itu, Jokowi terus berusaha memperkuat pengaruhnya agar tetap diperhitungkan di pemerintahan mendatang.

“Kalau Prabowo jeli, bisa saja nanti, atas nama NKRI dia akan berbalik anti politik Dinasti. Itu yang dikhawatirkan Jokowi, makanya dia sebelum lengser memperbanyak investasi politik supaya dia tetap punya gigi, yang diperhitungkan oleh Prabowo sebagai Presiden RI,” ujar dia.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *