NasionalPolitik

Potensi Khofifah Jadi Calon Tunggal di Pilgub Jatim 2024 Tergantung PKB dan PDIP

4255
×

Potensi Khofifah Jadi Calon Tunggal di Pilgub Jatim 2024 Tergantung PKB dan PDIP

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

SURABAYA, Rilpolitik.com – Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam mengatakan tidak menutup kemungkinan Khofifah Indar Parawansa akan menjadi calon tunggal pada Pilgub Jawa Timur 2024.

“Sangat mungkin,” kata Surokim kepada rilpolitik.com saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Kamis (2/5/2024).

Namun, kata Surokim, hal itu bisa terjadi tergantung dari arah politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI Perjuangan di Pilgub Jatim 2024. Dia menyebut PKB dan PDIP menjadi kunci ada tidaknya duet lawan politik Khofifah.

“Tapi itu akan sangat bergantung pada PKB dan PDIP. Jadi calon tunggal itu sangat amat bergantung kepada PKB dan PDIP,” ujarnya.

“(PKB dan PDIP) Jadi kunci,” imbuhnya.

Sebagai informasi, PKB Jawa Timur berhasil meraih 27 kursi DPRD provinsi pada Pileg 2024. Perolehan kursi itu membuat PKB bisa mengusung pasangan cagub dan cawagub sendiri tanpa perlu berkoalisi dengan parpol lain.

Sementara PDIP, memiliki 21 kursi DPRD Jatim. Jumlah tersebut hanya kurang tiga kursi saja untuk bisa mengusung calon sendiri.

Diketahui, syarat mengusung calon di Pilgub Jatim yaitu 20% kursi DPRD Jatim atau 24 kursi.

Peluang PDIP Dukung Khofifah

Surokim menilai peluang PDIP mendukung Khofifah di Pilgub Jatim 2024 tidak mudah. Apalagi merebut posisi kursi Cawagub. Namun, Surokim tidak menjelaskan alasannya.

“Saya melihat memang jalan ke arah sana kok tidak mudah ya. Jalan ke arah sana untuk PDIP untuk mendukung Khofifah lalu merebut posisi Cawagub juga tidak mudah,” ujarnya.

Menurutnya, belum ada jaminan PDIP akan mengusung Khofifah di Pilgub Jatim 2024. Komunikasi sejauh ini baru di tingkat DPD. Dia mengatakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan menjadi penentu akhir figur yang akan diusungnya.

Baca juga:  DPR Pertanyakan Fungsi Lemhanas dan Wantannas: Presiden Lebih Dengar Projo

“Cuma memang selama ini harus diakui kalau Pak Said (Said Abdullah, Ketua DPD PDIP Jatim) punya relasi yang sangat kuat dengan Bu Mega. Itu yang kemudian membuat komunikasi Pak Said dengan Bu Khofifah itu tidak bisa dipandang remeh. Jangan-jangan serius lho PDIP mengusung Khofifah ini,” ujarnya.

“Kalau PDIP jadi merapat ke Bu Khofifah, ya harapannya tinggal PKB dan PKS yang akan memberi perlawanan,” pungkasnya.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *