DaerahPolitik

Polisi Bubarkan Paksa Massa Aksi BEM Sumenep di Depan Kantor Bupati

6469
×

Polisi Bubarkan Paksa Massa Aksi BEM Sumenep di Depan Kantor Bupati

Sebarkan artikel ini
Aksi jilid 2 BEM Sumenep di depan Kantor Bupati Sumenep pada Senin (27/5/2024). [Abad/rilpolitik]

SUMENEP, Rilpolitik.com – Polres Sumenep membubarkan aksi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEMSU) di depan kantor Bupati Sumenep Achmad Fauzi pada Senin (27/5/2024). Alasannya, salah satu orator memplesetkan konten Pancasila.

Upaya memplesetkan Pancasila itu membuat polisi marah dan berusaha membubarkan massa yang baru berlangsung sekira 30 menit.

Pantauan rilpolitik.com di lokasi, polisi membubarkan paksa massa aksi dengan mendorong mobil komando keluar dari halaman Gedung Kantor Bupati.

Polisi dan massa sempat bersitegang. Terjadi aksi saling dorong. Massa berusaha untuk tetap bertahan. Namun, jumlah mereka kalah dari jumlah polisi. Massa akhirnya berhasil dipukul mundur oleh polisi.

Dari atas mobil komando, salah satu orator menerikkan polisi untuk tidak melakukan kekerasan terhadap massa.

“Ini negara hukum jangan sampe ada kekerasan,” teriaknya.

Setelah berhasil dipukul mundur, mahasiswa masih berusaha bernegosiasi dengan polisi untuk bisa melanjutkan aksinya dengan tidak melibatkan orator yang diduga melecehkan Pancasila. Namun, polisi rupanya tetap ngotot aksi tidak dapat dilanjutkan dan menyarankan aksi di lain waktu. Polisi berjanji akan mengawalnya.

Koordinator lapangan, Tolak Amir mengakui adanya oknum mahasiswa yang diduga mengubah konten Pancasila. Hal itu, katanya, di luar kontrol dan terjadi secara tiba-tiba.

“Ada kesalahan teknis di lapangan, yang itu tidak termasuk pada teklap aksi kita. Ada salah satu okunum kahasishwa yang itu diduga merubah bunyi ataupun narasi Pancasila,” kata Tolak Amir kepada rilpolitik.com usai aksi hari ini.

Meski demikian, kata Tolak, polisi seharusnya tak perlu membubarkan aksinya. Dia mengaku sudah mengamankan oknum mahasiswa yang diduga mengubah Pancasila tadi.

“Itu (pelesetan Pancasila) yang bikin polisi naik pitam sehingga kemudian massa aksi dibubarkan. Namun, saya rasa itu tidak perlu, tinggal itu kemudian oknum itu kita amankan, tapi aksi tetap lanjut,” ujarnya.

Baca juga:  4 Petahana Gugur, Komisioner KPU Sumenep Periode 2024-2029 Full Diisi Wajah Baru

“Kerena (pembubaran aksi) itu bagian dari mengibiri hak konstitusional kita sebagai warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum,” pungkasnya.

Sebagai informasi, aksi ini merupakan yang kedua dari Aliansi BEM Sumenep (BEMSU) yang menuntut Bupati Sumenep menyelesaikan persoalan kemiksinan.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *