EkonomiNasional

Polemik Larangan Warung Madura Buka 24 Jam di Bali dan Respon Anggota DPR RI

7534
×

Polemik Larangan Warung Madura Buka 24 Jam di Bali dan Respon Anggota DPR RI

Sebarkan artikel ini
Warung Madura.

BALI, Rilpolitik.com – Keberadaan warung Madura yang buka 24 jam di Bali rupanya membuat pengusaha minimarket merasa tak nyaman. Banyak dari mereka yang mengeluh karena warung Madura tak pernah tutup. Salah satunya terjadi di Kabupeten Klungkung, Bali.

Keluhan ini kemudian direspon oleh Satpol PP Klungkung dengan cara menyidak jam operasional warung Madura di daerah Klungkung.

Kepala Satpol PP Klungkung, Dewa Putu Suwarbawa mengatakan Klungkung memiliki Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan. Aturan itu mengatur jam operasional toko.

Dia mengakui adanya keluhan dari para pengusaha minimarket terkait warung Madura yang tak pernah tutup.

“Kami memang mendapat keluhan dari pengusaha minimarket dengan adanya warung Madura buka sehari penuh tanpa tutup,” terang Suwarbawa belum lama ini.

“Nanti turun cek penduduk pendatang, sekalian turun bersama perizinan, memastikan usaha yang dijalankan berizin,” tegas Suwarbawa.

Sebelumnya, polemik keberadaan toko klontong Madura yang buka 24 jam juga terjadi di Kota Denpasar, Bali. Salah satunya di Kelurahan Penatih, Denpasar Timur.

Lurah Penatih I Wayan Murda meminta warung Madura di wilayahnya tidak buka selama 24 jam. Apalagi, pengelola warung tersebut sering berganti-ganti pegawai yang mengakibatkan pergantian administrasi kependudukan tidak terdata.

“Kami mengimbau biar lebih tertib, aman dan nyaman. Artinya kami jaga-jaga dari ketertiban, keamanan, dan keselamatan beliau (pedagang). Karena beliau berjualan di malam hari,” sebut Murda, Minggu (21/4/2024).

Polemik ini direspon oleh Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Kemenkop UKM). Sekretaris Kemenkop UKM Arif Rahman Hakim menuntut warung Madura agar mematuhi jam operasional, sehingga tidak lagi buka 24 jam alias tidak pernah tutup.

“Kalau ada regulasi terkait jam kerja (jam operasional), tentu kami minta untuk dipatuhi,” tutur Arif saat di Badung, Bali, Rabu (24/4/2024).

Namun, Arif enggan berkomentar terkait persaingan antara minimarket dengan warung Madura. Ia ingin mengecek lebih dulu. Arif berharap ada persaingan yang sehat dan setara antara para pelaku usaha.

Anggota DPR RI Protes

Pernyataan tersebut menuai protes dari anggota DPR RI dapil Madura, Achmad Baidowi alias Awiek. Dia menyayangkan respon dari Arif Rahman selaku Sekretaris Kemenkop UKM karena dianggap tidak solutif.

Menurut Ketua DPP PPP itu keberadaan warung Madura selama ini justru memiliki dampak positif pada perekonomian masyarakat kecil.

“Seharusnya Kementerian UKM memberikan solusi usaha bagi masyarakat kecil, bukan malah mempersempit peluang usaha mikro dan kecil,” ujar Baidowi, Kamis (25/4/2024).

Awiek mengatakan, pemerintah perlu menunjukkan keberpihakannya terhadap masyarakat kecil. Menurutnya, warung klontong yang buka 24 jam bukan hanya dilakukan oleh orang Madura, tetapi juga warga Indonesia lainnya dari berbagai daerah.

“Pengusaha mikro kecil seperti warung Madura perlu mendapatkan perlindungan, bukan malah diatur oleh aturan yang memberatkan,” kata Awiek.

Awiek melihat selama ini tidak ada aspek atau dampak negatif yang ditimbulkan warung Madura. Justru yang ada hanyalah dampak positifnya karena keberadaan warung 24 jam dapat membantu kebutuhan warga sepanjang hari dan turut menjaga keamanan lingkungan.

Awiek kemudian menyoroti adanya Perda Kabupaten Klungkung yang mengatur jam operasional tempat usaha. Menurutnya, warung kecil yang dikelola secara mandiri oleh pemiliknya justru seharusnya dikecualikan dari aturan tersebut.

Diketahui, Perda Klungkung Nomor 13 Tahun 2018 mengatur mengenai jam kerja pelaku usaha toko, minimarket, hypermarket, departement store, dan supermarket. Berbagai usaha itu diberikan waktu buka pukul 10.00 Wita sampai 22.00 Wita dari Senin sampai Jumat.

Kemudian untuk Sabtu dan Minggu diberikan buka sejak pukul 10.00 Wita sampai pukul 23.00 Wita. Untuk hari besar keagamaan, libur nasional, atau hari tutup tahun buku/tutup tahun akuntansi, diizinkan buka hingga pukul 00.00 Wita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *