BeritaDaerahPolitik

PMII: Bupati Fauzi Ngurus Sumenep Saja Tidak Becus, Apalagi Jatim

4788
×

PMII: Bupati Fauzi Ngurus Sumenep Saja Tidak Becus, Apalagi Jatim

Sebarkan artikel ini
PMII Sumenep gelar Tahlil Akbar kritik bobroknya kinerja Bupati Achmad Fauzi. [Abn/Rilpolitik.com]

Rilpolitik.com, Sumenep – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sumenep menyoroti berbagai persoalan yang ada di Sumenep selama kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi dan Wakil Bupati Dewi Khalifah. Salah satunya masalah kemiskinan di Sumenep yang tak kunjung tertangani dengan baik.

PMII Kabupaten Sumenep menilai berbagai persoalan yang dihadapi warga saat ini akibat dari busuknya kinerja jajaran pemerintah Kabupaten Sumenep di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi.

“PC PMII Sumenep menilai bahwa masalah-masalah itu tidak terselesaikan akibat busuknya kinerja Bupati dan Wakil Bupati Sumenep dan jajarannya,” kata Ketua Umum PMII Sumenep Abdul Mahmud dalam siaran persnya usai Tahlil Akbar di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep pada Kamis (27/7/2023) malam.

Menurut Mahmud, tingginya angka kemiskinan di Sumenep bertolak belakang dengan profil Fauzi sebagai bupati terkaya di Madura.

“Bupati Sumenep yang merupakan Bupati terkaya di Madura, rakyatnya malah menjadi kantong kemiskinan di Jawa Timur,” ujarnya.

Fauzi, lanjut Mahmud, selama ini hanya sibuk pencitraan di sosial media untuk mengerek popularitasnya demi kepentingan kontestasi Pilgub Jawa Timur 2024.

“Yang dilakukan hanya kerja-kerja politik seperti meningkatkan popularitas seperti menjadi artis tiktok, selebgram dan sambutan-sambutan dengan retorika minim kerja,” tuturnya.

Bahkan, kata Mahmud, banyak program Fauzi yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak terindikasi manipulatif yang bersifat simbolis dan seremonial belaka.

“Program-program pengentasan kemiskinan seperti RTLH, bansos, beasiswa, bantuan pertanian, pelatihan-pelatihan di bidang pertanian, pembangunan SDM dan berbagai program lainnya malah tidak terealisasi dan bahkan terindikasi manipulatif yang hanya bersifat simbolis dan ceremonial,” ungkap Mahmud.

PMII meminta Bupati Fauzi untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan dan ketimpangan di Sumenep sebelum berpikir lebih jauh untuk maju pada Pilgub Jatim 2024.

Baca juga:  Ucapan Selamat Bernada Sarkas dari Pengamat ke Bupati Fauzi Usai Raih Gelar Doktor

“Ngurus Sumenep tidak becus, apalagi mau naik ke Jawa Timur,” tandasnya.

Diketahui, Sumenep menjadi daerah termiskin ketiga di Jawa Timur berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah kemsikinan di Sumenep mencapai 206.020 jiwa atau setara 18,76 persen dari total jumlah penduduk Kabupaten Sumenep. (Abn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *