NasionalPolitik

Pernyataan Jangan Ganggu Jika Ogah Kerja Sama Tunjukkan Prabowo Arogan dan Otoriter

8894
×

Pernyataan Jangan Ganggu Jika Ogah Kerja Sama Tunjukkan Prabowo Arogan dan Otoriter

Sebarkan artikel ini
Presiden terpilih Prabowo Subianto saat kampanye Pilpres 2024. [Ig @prabowo]

JAKARTA, Rilpolitik.com – Presiden terpilih Prabowo Subianto sempat meminta agar pihak yang tidak mau diajak kerja sama untuk tidak menjadi pengganggu. Koordinator Pergerakan Advokat Nusantara (Perekat Nusantara) Petrus Selestinus menilai pernyataan tersebut menunjukkan Prabowo tidak siap memimpin pemerintahan secara demokratis dan konstitusional.

“Pernyataan Prabowo yang berisi permintaan agar pihak-pihak yang tidak mau diajak kerja sama, jangan ganggu pemerintahannya kelak, dan kepada yang mau nonton di pinggir jalan jadilah penonton yang baik, merupakan signal kuat Prabowo tidak siap mempimpin pemerintahan ke depan dengan cara demokratis dan konstitusional,” kata Selestinus dalam keterangannya yang diterima rilpolitik.com pada Senin (13/5/2024).

Selestinus mengaitkan pernyataan Prabowo dengan pernyatan mantan Capres nomor urut 03, Ganjar Pranowo dan PDI Perjuangan sebelumnya yang cenderung oposisi.

“Yang jadi soal adalah pernyataan Prabowo itu, dinyatakan beberapa saat kemudian setelah Ganjar-Mahfud mendeklarasikan diri menjadi oposisi dan diperkuat oleh pernyataan Hasto, Sekjen DPP PDIP bahwa Ganjar menjadi oposisi merupakan cerminan sikap PDIP. Artinya PDIP akan beroposisi pada pemerintahan hasil pemilu 2024,” ujarnya.

Dia menyebut pernyataan Prabowo itu menunjukkan sikap arogan, anti demokrasi dan otoriter.

“Karrna itu, apapun alasannya pernyataan Prabowo “jangan ganggu pemerintahannya nanti”, menjadi kontraproduktif karena memperlihatkan watak arogan, anti demokrasi dan otoriter demi menutup-nutupi kerusakan yang ditimbulkan oleh proses pemilu 2024 yang cacat hukum, etika dan moral yang hingga kini masih disoal publik,”

Sebelumnya, Prabowo mengatakan akan terus menggalang seluruh kekuatan untuk diajak kerja sama ke dalam pemerintahannya bersama Gibran Rakabuming Raka. Namun demikian, dia mengaku tak masalah jika ada pihak yang menolak untuk diajak kerja sama.

“Indonesia tidak bisa dibendung. Kecuali elit Indonesia tidak bisa atau tidak mau kerja sama. Kuncinya itu. Dengan demikian, saya akan berjuang terus bersama semua kekuatan yang mau diajak kerja sama. Yang tidak mau diajak kerja sama tidak apa-apa,” kata Prabowo dalam acara Bimtek dan Rakornas PAN di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2024).

Ketua Umum Partai Gerindra itu kemudian meminta kepada pihak-pihak yang tidak mau diajak kerja sama agar tidak mengganggu. Dia menekankan pihaknya hanya ingin bekerja untuk mengamankan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Kalau ada yang mau nonton di pinggir jalan, silahkan jadi penonton yang baik. Tapi kalau sudah tidak mau diajak kerja sama, ya jangan mengganggu. Orang lagi pada mau kerja kok. Kita mau kerja, kita mau kerja, kita mau amankan kekayaan bangsa Indonesia,” ujar Prabowo.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *