NasionalPolitik

Pengamat Sambut Positif Imbauan Prabowo ke Relawan: Hindari Konflik antar Pendukung

7332
×

Pengamat Sambut Positif Imbauan Prabowo ke Relawan: Hindari Konflik antar Pendukung

Sebarkan artikel ini
Pengamat politik Ujang Komarudin.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin menanggapi positif imbauan Presiden terpilih Prabowo Subianto terhadap pendukungnya untuk tidak turun ke jalan menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa hasil Pilpres 2024.

“Saya sih melihatnya sesuatu yang positif, sesuatu yang baik, sesuatu yang bagus,” kata Ujang saat dihubungi rilpolitik.com pada Jumat (19/3/2024).

Ujang melihat Prabowo memberikan kepercayaan sepenuhnya terhadap hakim konstitusi untuk memutus perkara sengketa hasil Pilpres 2024 secara adil.

“Karena, itu kan ranah hukum MK ini. Biarkan, ranah hukum dengan dinamikanya di internal Mahkamah Konstitusi. Artinya, Pak Prabowo kelihatannya memberikan kepercayaan kepada hakim MK untuk memutuskan dengan seadil-adilnya,” ujar dia.

Dosen Universitas Al Azhar Indonesia itu menilai Prabowo tidak ingin ada bentrok yang berpotensi terjadi antar pendukung Capres dan Cawapres yang turun ke jalan.

“Jadi, agar massa pendukungnya tidak turun ke jalan itu agar tidak ada gesekan-gesekan di lapangan dengan katakanlah pihak-pihak yang kontra terhadap Prabowo-Girban,” ucapnya.

Menurut Ujang, potensi konflik sangat mungkin terjadi jika antar pendukung yang notabene berbeda pilihan politik sama-sama turun ke jalan melakukan demonstrasi.

“Jadi kalau pendukungnya Prabowo turun, lalu pendukung 01, 03 juga turun, ini kan akan memicu keributan, akan memicu bentrokan, akan memicu persoalan dan itu tentu tidak bagus, tidak baik,” katanya.

Dia pun mengimbau semua pihak untuk dapat menerima putusan MK dengan lapang dada agar proses demokrasi berjalan normal.

“Walaupun memang demonstrasi itu hak konstitusional warga negara, tetapi di saat keputusan MK, ya semuanya harus berkepala dingin, semuanya harus legowo, ya harus menerima nanti apapun keputusan MK dengan cara menerima lapang dada dengan dari rumah atau dari tempat kerja gitu. Sehingga apa? Sehingga proses demokrasi kita berjalan dengan normal,” imbaunya.

“Jadi apapun nanti Keputusannya MK, ya harus diterima dengan lapang dada oleh semua kubu,” imbuhnya.

Sekali lagi, dia menegaskan imbauan Prabowo kepada pendukungnya agar tidak turun ke jalan demi menghindari konflik antar pendukung.

Dia juga menegaskan bahwa sikap Prabowo itu bukan berarti dia sudah mengetahui putusan yang akan dibacakan MK pada Senin (22/4/2024).

“Jadi saya melihat ya kalau Prabowo tidak tahu dia keputusannya apa, tapi dalam konteks dia melarang pendukungnya untuk turun ke jalan adalah untuk menghindari bentrokan-bentrokan, untuk menghindari konflik, untuk menghindari keributan-keributan yang itu justru akan kontraproduktif dengan apa namanya kita semua harus menjaga persatuan dan stabilitas politik dan keamanan di republik ini. Saya melihatnya arahnya ke sana,” pungkas dia.

Sebanyak 100.000 relawan Prabowo-Gibran sedianya akan turun ke jalan menggelar aksi damai di depan gedung Mahkamah Konstitusi hari ini. Namun, menyusul rencana tersebut, Prabowo mengimbau pendukungnya untuk tidak perlu turun ke jalan.

Ketua Umum Partai Gerindra itu memahami perasaan pendukungnya yang dituduh memenangi Pilpres 2024 dengan cara curang. Namun, dia tetap mengimbau pendukungnya untuk tidak terprovokasi.

“Kami meminta kepada pendukung pasangan Prabowo-Gibran, para pemilih yang sudah menggunakan hak pilihnya untuk selalu waspada, selalu hati-hati dan tidak terpancing, tidak dapat diprovokasi oleh siapapun. Apalagi pihak-pihak yang menginginkan terjadi sesuatu yang menimbulkan suasana yang tidak sejuk dan suasana yang tidak tentram,” kata Prabowo dalam keterangan videonya yang beredar di berbagai platform media sosial.

Sebab itu, Prabowo mengimbau pendukungnya untuk tidak perlu menggelar aksi apapun.

“Saya mengimbau seluruh pendukung Prabowo-Gibran untuk sekali lagi menahan diri, berjiwa besar, berhati yang teguh dan memberi suatu dukungan tidak dengan aksi-aksi massa dan aksi-aksi di jalan,” ujar Ketua Umum Partai Gerindra itu.

(Ah/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *