NasionalPolitik

Pembagian Bansos Jelang Pilpres Dianggap Kecurangan, Benny Sebut di Pileg Justru Lebih Sadis

5142
×

Pembagian Bansos Jelang Pilpres Dianggap Kecurangan, Benny Sebut di Pileg Justru Lebih Sadis

Sebarkan artikel ini
Pembagian bansos oleh Presiden Jokowi di Jawa Tengah.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Mahkamah Konstitusi (MK) sudah mulai menggelar sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) sejak Rabu (27/3/2024). Dalam gugatannya, baik kubu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar maupun Ganjar Pranowo-Mahfud MD sebagai pemohon sama-sama mempersoalkan pembagian bantuan sosial (bansos) oleh Presiden Joko Widodo menjelang Pilpres 2024.

Mereka menganggap pembagian bansos oleh Jokowi yang merupakan ayah dari Cawapres nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka sebagai pelanggaran pemilu.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman merespon gugatan tersebut. Dia mengaku menonton sidang PHPU yang berlangsung di MK.

Dia justru mempertanyakan pemohon yang menganggap pembagian bansos sebagai kecurangan Pilpres. Dia kemudian menyinggung bagi-bagi alat pertanian dan beasiswa oleh Caleg partai politik (parpol) tertentu pada Pileg 2024.

“Saya menonton sidang PHPU di MK. Kalau bagi bansos saja dianggap kecurangan dalm Pilpres, maka bagaimana halnya dengan Caleg-caleg dari Parpol tertentu yang bagi-bagi alat pertanian dan beasiswa PIP?” kata Benny dalam unggahannya di X pada Jumat (29/3/2024).

Bahkan, menurut Benny, pembagian bantuan oleh caleg tersebut lebih sadis karena disertai dengan ancaman jika tidak memilih.

“Yang ini lebih sadis. Para penerima bantuan dan beasiswa beserta keluarganya disandera. Jika tidak mencoblos Caleg yang membawa bantuan dan beasiswa diancam akan ditarik kembali bantuannya dan dialihkan kepada pihak lain,” ungkapnya.

Benny menegaskan bahwa hal itu terjadi di lapangan selama proses kontestasi Pileg 2024.

“Ini nyata terjadi,” pungkasnya.

(War/rilpolitik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *