NasionalSerba-serbi

PBNU Dukung Larangan Penggunaan Pengeras Suara Luar Selama Ramadhan

6177
×

PBNU Dukung Larangan Penggunaan Pengeras Suara Luar Selama Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf.

JAKARTA, Rilpolitik.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung Surat Edaran (SE) Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Quomas yang mengatur penggunaan pengeras suara selama pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan 1445 H/2024.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf mengatakan, aturan tersebut sudah mempertimbangkan kemaslahatan masyarakat.

“Tujuannya jelas, tujuannya sudah dinyatakan disitu,” kata Yahya dikutip hari ini, Minggu (10/3/2024).

“Jadi, ini terkait dengan pertimbangan pertimbangan kemaslahatan lingkungan secara menyeluruh,” sambungnya.

Yahya juga menuturkan, jika ada masyarakat yang tak setuju dengan aturan tersebut melakukan diskusi secara rasional. Jangan sampai, sambung Yahya, kontra dengan aturan tersebut karena merasa sakit hati karena hasil Pemilu.

“Jangan karena asal tidak suka kepada pemerintah, karena marah karena hasil pemilu misalnya. Lalu tiba tiba ngurus soal ini dengan tujuan untuk sekedar bikin perkara,” tuturnya.

Diketahui, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Quomas mengeluarkan surat edaran yang mengatur penggunaan pengeras suara di masjid dan musholla selama pelaksanaan ibadah puasa bulan Ramadhan 1445 H/2024 tahun ini.

Edaran mengenai tata cara penggunaan pengeras suara di masjid dan musala tercantum dalam Surat Edaran Nomor SE 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musholla.

Antara lain pengaturan volume pengeras suara yang menyesuaikan dan tidak boleh lebih dari 100 dB (seratus desibel).

Khusus terkait dengan syiar Ramadan, edaran ini mengatur agar penggunaan pengeras suara di bulan Ramadhan baik dalam pelaksanaan Salat Tarawih, ceramah/kajian Ramadan, dan tadarrus Al-Qur’an menggunakan Pengeras Suara Dalam.

“Penggunaan pengeras suara di bulan Ramadan baik dalam pelaksanaan Salat Tarawih, ceramah/kajian Ramadan, dan tadarrus Al-Qur’an menggunakan Pengeras Suara Dalam,” tulis aturan tersebut seperti rilpolitik.com kutip pada Minggu (10/3/2024).

Sementara untuk takbir Idulfitri di masjid/musala dapat dilakukan dengan menggunakan Pengeras Suara Luar sampai dengan pukul 22.00 waktu setempat dan dapat dilanjutkan dengan Pengeras Suara Dalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *