NasionalPolitik

Partai Garuda Harap Budi Arie Punya Nyali Berantas Hoax Jelang Pemilu 2024

5149
×

Partai Garuda Harap Budi Arie Punya Nyali Berantas Hoax Jelang Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini
Juru Bicara Partai Garuda Teddy Gusnaidi. (Tangkapan layar).

Rilpolitik.com, Jakarta – Penunjukan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi sebagai menteri komunikasi dan informatika (Menkominfo) oleh Presiden Joko Widodo memunculkan banyak spekulasi di tengah publik.

Selain mempertanyakan kompetensi Budi Arie, tak sedikit juga yang mengaitkan penunjukan tersebut dengan kepentingan politik 2024.

Banyak yang menduga pelantikan Budi Arie sebagai sinyal dukungan Presiden Jokowi ke bakal capres Partai Gerindra Prabowo Subianto, mengingat sikap politik Budi Arie belakangan ini yang disebut-sebut cenderung mendukung Prabowo.

Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi mengaku enggan ikut-ikutan berspekulasi terkait pengangkatan Budi Arie sebagai menteri.

“Kami tidak perlu ikut-ikutan membuat berbagai analisa dan cerita, kenapa Jokowi memilih Budi Arie sebagai Menkominfo,” kata Teddy melalui pesan tertulisnya pada Selasa (18/7/2023).

Sebab, kata Teddy, sudah banyak analisa bertebaran terkait penunjukan Budi Arie sebagai menkominfo. “Yang jika dikumpulkan, sudah bisa menjadi beberapa cerita pendek,” imbuhnya.

Yang paling penting saat ini, kata Teddy, mendorong menteri baru untuk menjalankan Undang-Undang (UU) dan peraturan yang ada secara tegas dan terukur, terkait penyebaran informasi yang saat ini marak dengan fitnah dan caci maki menjelang Pemilu 2024.

“Karena hal ini salah satu tugas yang diberikan Jokowi kepada Budi, untuk mengawal Pemilu 2024,” ungkap Teddy.

Teddy meyakini, Jokowi berharap Budi Arie memiliki keberanian untuk menjalankan aturan secara tegas sehingga dipilih jadi menteri.

“Jangan sampai ketika belum menjabat terlihat berani, ketika sudah menjabat kehilangan nyali,” ujarnya.

“Kita dukung dan kawal gebrakan Menkominfo yang baru. Khususnya dalam meminimalisir penyebaran hoax dan caci maki menjelang Pemilu 2024,” pungkasnya.

Diketahui, Jokowi melantik Budi Arie Setiadi sebagai menkominfo di Istana Negara pada Senin (17/7/2023). Budi menggantikan Johnny G Plate, mantan Sekjen Partai Nasdem, yang tersandung kasus dugaan korupsi proyek BTS 4G.

Baca juga:  Tak Undang Jokowi-Gibran, Rakernas PDIP Hanya Untuk Kader yang Setia pada Konstitusi

Jokowi mengungkapkan alasan penunjukan Budi Arie sebagai Menkominfo. Menurutnya, alasan penunjukan tersebut berkaitan dengan percepatan pembangunan infrastruktur komunikasi di sisa akhir masa jabatannya, terutama soal proyek Base Transceiver Station (BTS) yang saat ini berkasus di Kejagung.

“Kita hanya punya waktu yang sangat pendek. Satu setengah tahun kurang sehingga saya ingin yang pertama di Kominfo penyelesaian BTS itu harus diutamakan,” ungkap Jokowi usai pelantikan.

Jokowi menginginkan proyek BTS 4G itu tetap dilanjutkan meskipun saat ini sedang bermasalah secara hukum.

“Penyelesaian hukum silahkan berjalan. Kita hormati proses hukum tapi penyelesaian BTS tetap harus berjalan karena nanti menyangkut pada pelayanan ke daerah 3T,” ujarnya. (Abn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *